Polisi Copot 9 Spanduk Provokatif di Magelang - Kompas.com

Polisi Copot 9 Spanduk Provokatif di Magelang

Kompas.com - 19/12/2016, 09:14 WIB
Kompas.com/Ika Fitriana Petugas gabungan Polres Magelang menurunkan sejumlah spanduk yang dinilai provokatif di kawasan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (16/12/2016) lalu.

MAGELANG, KOMPAS.com - Sedikitnya sembilan spanduk bertuliskan kalimat provokatif dicopot oleh petugas gabungan Polres Magelang, TNI, Satpol PP dan Kesbangpol Kabupaten Magelang.

Spanduk itu terpasang di 9 titik strategis di Kecamatan Muntilan, antara lain di depan kantor Polsek Muntilan, perempatan Wonolelo, Jambu, bekas Pasar Muntilan, Jalan Pemuda (Jalan Magelang-Yogyakarta), dan lainnya.

Kepala Kepolisian Resor Magelang AKBP Hindarsono mengatakan, petugas mencopot spanduk tersebut karena dinilai provokatif, menyudutkan golongan masyarakat tertentu sehingga berpotensi memecah belah masyarakat.

"Kami turunkan spanduk atau banner itu karena mengandung unsur provokatif yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat," ujar Hindarsono dalam keterangan tertulis, Minggu (18/12/2016).

Pemasangan spanduk itu dianggap telah melanggar Undang-undang yang berlaku, di antaranya Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang penghapusan Diskriminasi, Inpres nomor 25 tahun 1998 tentang penggunaan istilah pribumi dan nonpribumi.

Selain itu, katanya, pemasangan spanduk di wilayah tersebut diketahui tanpa memiliki izin. Hal ini jelas melanggar Peraturan Bupati Nomor 22 tahun 2014 tentang Perizinan Penyelenggaraan Reklame.

Hindarsono menegaskan akan menindak tegas siapapun yang berupaya bertindak intoleransi karena dapat mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polres Magelang.

"Magelang ini daerah yang sudah kondusif, jadi jangan ada yang coba membuat situasi menjadi tidak kondusif dengan tindakan-tindakan kontraproduktif. Tentunya tindakan melawan hukum mempunyai konsekuensi hukum," tegas Hindarsono yang baru saja menjabat sebagai kapolres Magelang ini.

Untuk diketahui, spanduk-spanduk yang diturunkan pada Jumat siang itu berisi ajakan untuk tidak belanja di toko milik warga keturunan asing, di antaranya berbunyi "Gerakan Pribumi Berdaulat Magelang Raya, Gerakan Belanja di Toko Pribumi, Lawan Penjajahan Asing dan Aseng".


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

Kim Jong Un Jenguk Korban Kecelakaan Bus Wisata di Rumah Sakit

Kim Jong Un Jenguk Korban Kecelakaan Bus Wisata di Rumah Sakit

Internasional
Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Bantah Ada Intimidasi, Polisi Tuding Bos First Travel Berbohong

Nasional
Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Rhoma Irama Sebut Sudirman Said Penuhi Kriteria Pemimpin Muslim

Regional
Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Kelompok Pengedar Uang Palsu Diringkus Polisi, Dua di Antaranya Pelajar dan Mahasiswa

Regional
Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Pengakuan Gatot Nurmantyo soal Kedekatannya dengan Tomy Winata dan Logistik Pencapresan

Nasional
Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Saat Perwakilan Ojek Online Se-Indonesia Mengadu ke DPR

Megapolitan
Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Elektabilitas Jokowi Meningkat, PSI Fokus Tangkal Isu Hoaks Kebijakan Pemerintah

Nasional
Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Jaksa Minta Waktu 2 Minggu Susun Tuntutan First Travel

Nasional
Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Sempat Buron, Pelaku Penembakan di Nashville Ditangkap

Internasional
Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Kehilangan Rumah karena Terseret Arus Sungai, 3 Keluarga Korban Tidur di Emperan Jalan

Regional
Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Pria di Kanada Tabrak Kerumunan Pedestrian Pakai Mobil, 10 Orang Tewas

Internasional
Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Jaksa: Rp 14,3 Juta Bisa Berangkatkan Jemaah, Logikanya di Mana?

Nasional
Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Merasa Pegawai Biasa, Kepala Divisi Keuangan First Travel Minta Keringanan Hukuman

Nasional
Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Cerita Gatot Nurmantyo Duduk Bersebelahan dengan Prabowo di HUT Kopassus

Nasional
Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional

Close Ads X