Bramantyo Prijosusilo, Mengolah Tahi Jadi Emas

Kompas.com - 17/12/2016, 19:01 WIB
Bramantyo Prijosusilo. KOMPAS.COM/ JODHI YUDONOBramantyo Prijosusilo.
Penulis Jodhi Yudono
|
EditorTri Wahono

Acara tersebut berlangsung pada pagi hari pukul 09.00 WIB, hari Rabu, tanggal 15 Februari 2012, Bram melaksanakan pertunjukan seni berjudul "Membanting Macan Kerah" di depan Markas Majelis Mujahidin Indonesia, Jl. Karanglo No. 94, Kotagede, Yogyakarta.

Konsep seni pertunjukan ini, menggabungkan konsep 'social sculpture' Joseph Beuys dan tradisi santet Jawa. Beuys memperkenalkan ide 'social sculpture" sebagai suatu struktur yang dibangun bersama-sama masyarakat.

Maka "Membanting Macan Kerah" juga merupakan satu langkah awal yang akan diikuti langkah-langkah selanjutnya bersama masyarakat luas. Harapannya adalah bahwa pertunjukan seni ini dapat menjadi inspirasi bagi setiap orang untuk melawan radikalisme, anarkisme, intimidasi, dan kekerasan atas nama agama, atas nama pribadi.

Bramantyo Prijosusilo gagal menggelar aksi tunggalnya itu. Sebab, belum sempat memulai aksinya, Bramantyo yang berkendara andong sudah ditarik dan digelandang oleh puluhan anggota laskar MMI. Tarik-menarik dan saling dorong antara polisi dan laskar pun terjadi.

Dua tahun kemudian, Bram membuat acara kembali di kampung halamannya, Desa Sekar Alas, Ngawi. Acara seni tersebut bertajuk "Bagus Kodok Ibnu Sukodok Daup Peri Roro Setyowati", digelar pada Rabu, 8 Oktober 2014.

Baca juga: Upacara Kebo Ketan, Puluhan Seniman Ternama Akan Dilibatkan

Acara perkawinan Bagus Kodok Ibnu Sukodok dengan Peri Setyowati melengkapi "kegilaan" karya-karya Bram sebelumnya, yang ditonton oleh ribuan orang dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.

Di tahun 2016 ini, Bram membuat acara kembali sebagai kelanjutan dari acara sebelumnya. Ini kali berjudul "Upacara Kebo Ketan".

Acara puncak yang digelar pada 17-18 Desember 2016 ini dimulai dengan acara Wiwitan yang dilaksanakan pada 3 April 2016.

Bramantyo Prijosusilo mengatakan, acara Wiwitan Kebo Ketan hanyalah awalan untuk menyambut Upacara Kebo Ketan.

Acara ini merupakan kelanjutan dari cerita Kodok Ibnu Sukodok dan Peri Setyowati. Dikisahkan pasangan itu telah memiliki dua anak menjelang dewasa bernama Sri Parwati dan Jaga Samudra.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X