Dilecehkan Saat Berkunjung di Solo, Penulis Asal Belanda Curhat di Medsos

Kompas.com - 16/12/2016, 13:16 WIB
Seorang warga Solo sedang membaca informasi dari media sosial tentang pelecehan yang dialami Marion Blome, Jumat (16/12/2016). Kontributor Surakarta, M WismabrataSeorang warga Solo sedang membaca informasi dari media sosial tentang pelecehan yang dialami Marion Blome, Jumat (16/12/2016).
|
EditorErlangga Djumena

SOLO, KOMPAS.com — Status seorang turis asal Belanda di media sosial yang mengaku dilecehkan saat berada di Kota Solo, Jawa Tengah, mendapat perhatian para netizen. Marion Bloem (60) adalah seorang penulis buku dan juga sutradara.

Marion berkunjung ke Solo untuk menghadiri diskusi novel terbarunya di Solo.

Selain curhat di Facebook, saat peluncuran buku di Balai Soedjatmotko Gramedia, Solo, Kamis (16/12/2016), Marion juga menceritakan peristiwa yang terjadi pada Selasa (13/12/2016).

Menurut dia, saat itu dirinya sedang berjalan-jalan bersama suaminya di Jalan Slamet Riyadi. Suaminya berjalan mendahuluinya karena dirinya masih asyik mengambil gambar suasana Kota Solo.

Tak berselang lama, ada pengendara sepeda motor datang dari arah belakang. Saat itu, dirinya tidak menyadari karena pelaku langsung melakukan hal tidak senonoh kepada dirinya.

Dirinya hanya bisa berteriak, sementara sang suami mencoba mengejar pelaku. Namun, pelaku langsung tancap gas. Suaminya hanya sempat memotret pelaku dari arah belakang.

"..two days ago, when I was walking in the street, with my husband, and he was 80 or 100 meter from me because I was still taking some pictures. At that time, I heard motorcycle was coming behind me and suddenly grabbed my breast, just like that, I was shock, I screamed. My husband tried to run after him but he can't catch that man, but he got the picture,"  tulis Marion.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia menolak untuk melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian dengan alasan tidak mempunyai waktu untuk mengurus semua hal yang terkait dengan kejadian itu. Dirinya hanya ingin mengungkapkan rasa marahnya dan mencoba membuat malu pelaku.

Sementara itu, Kapolresta Kota Solo Kombes Pol Ahmad Luthfi menegaskan bahwa pihak kepolisian selalu siap untuk menindak pelaku kejahatan. Namun, apabila tidak ada laporan dari korban, maka hal itu akan menyulitkan penyelidikan.

"Intinya, kami selalu siap untuk melakukan penyelidikan. Namun, hingga saat ini belum ada laporan dari korban. Yang jelas menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, kami siapkan lebih kurang 1.700 personel, dan akan ada 6 pos pengamanan di beberapa titik di Kota Solo. Hal tersebut untuk menjamin keamanan warga Solo dan para wisatawan yang berkunjung," katanya, Jumat (16/12/2016).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X