Eksekusi SMAK Dago Bandung Selesai Tanpa Pembongkaran Gedung

Kompas.com - 15/12/2016, 17:17 WIB
Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago (KOMPAS.com/Putra Prima Perdana. Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaSekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago (KOMPAS.com/Putra Prima Perdana.
|
EditorErlangga Djumena

BANDUNG, KOMPAS.com - Proses eksekusi bangunan Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Dago di Jalan IR H Juanda (Dago), Kota Bandung, Jawa Barat, oleh Pengadilan Negeri Bandung selesai pada Kamis, (15/12/2016) sekitar pukul 15.00 WIB. 

Namun, dalam proses eksekusi tersebut tidak ada bangunan yang dibongkar. Pasalnya, bangunan lama yang digugat oleh Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) kepada tergugat Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMK-JB) sudah lama runtuh. 

"Eksekusi jadi. Hanya kita datang ke lokasi tapi lahan yang dieksekusi sudah rata dengan tanah," kata Saksi Juru Sita PN Bandung, Nana Supriyadi, saat ditemui seusai proses eksekusi, Kamis sore.

Menurut Nana, dalam amar putusan kasus sengketa SMAK Dago, obyek eksekusi adalah bangunan yang sudah ada sejak zaman Belanda, bukan lahan seluas 19.000 meter persegi. 


"Dalam amar putusan hanya mengosongkan ruangan, kamar dan kantor di jalan Dago yang ada di dalam (lahan SMAK Dago). Tapi kantornya sudah rata dengan tanah. Tadi kita ngecek lokasinya di mana kantornya. Tapi sudah tidak ada pondasinya. Saya tidak tahu kapan runtuhnya," ungkapnya. 

Nana menegaskan, Pengadilan Negeri Bandung telah menjalankan perintah sesuai amar putusan sengketa SMAK Dago antara PLK dan BPSMK-JB. 

"(Proses) Eksekusi ada, tapi yang dieksekusi tidak ada (bentuknya)," tambahnya. 

Ihwal pengerahan hampir seribu pasukan pengamanan gabungan dari kepolisian dan TNI, Nana mengatakan hal tersebut hanya bentuk antisipasi untuk mencegah bentrokan antara massa pendukung penggugat dan tergugat yang pernah terjadi pada tahun 2011 silam kembali terulang. 

"Kita takut terulang seperti terdahulu. Dua kubu bentrok kan bikin tidak nyaman Bandung," tandasnya.

Baca juga Massa Bentrok Rebut SMAK Dago Bandung

Di tempat yang sama, Benny Wullur, kuasa hukum BPSMK-JB mengklaim jika lahan seluas 19.640 meter persegi adalah milik kliennya yang resmi dibeli dari pemerintah.   "Klien kami beli dari negara, ada kuitansinya, " ujarnya.

Benny menjelaskan, pihaknya telah memberikan uang sebesar Rp 200 juta rupiah kepada PLK sesuai kesepakatan kedua belah pihak .   "Silakan (eksekusi) sepanjang obyek dahulu.  Kita sudah berikan konsinyasi Rp 200 juta," kata dia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X