6 Bulan Menanti, Keluarga Ingin Jemput ABK TB Charles yang Dibebaskan

Kompas.com - 15/12/2016, 06:14 WIB
Elona istri salah satu sandera mengungkapkan kesedihannya menanti suaminya pulang. Kontributor Samarinda, Gusti Nara Elona istri salah satu sandera mengungkapkan kesedihannya menanti suaminya pulang.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SAMARINDA, KOMPAS.com - Dua anak buah kapal tunda TB Charles bernama Muhamad Nasir dan Muhamad Robin Piter dibebaskan setelah disandera selama hampir enam bulan oleh milisi bersenjata Alhabsyi di Filipina Selatan.

Keluarga korban mengaku bahagia dan berharap bisa segera bertemu dan berkumpul kembali.

Kabar tentang pembebasan Nasir dan Robin itu disampaikan kepada keluarga mereka melalui perwakilan Kementerian Luar Negeri RI.

Saat ini keduanya sudah berada di Kedutaan Besar RI di Manila. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologi.

Kedua ABK disandera sejak 20 juni 2016 lalu. Mereka disandera selama hampir enam bulan lamanya, proses pembebasan berjalan bertahap dari total tujuh sandera.

Elona Ramadani, istri Robin, merasa bahagia karena selama enam bulan dirinya dalam ketidakpastian menanti kabar kebebasan suaminya. Kebebasan itu yang terakhir setelah lima ABK rekannya dibebaskan lebih dulu.

"Perasaan kali ini banyak-banyak bersyukur karena suami saya bisa bebas. Insya Allah bisa segera berkumpul kembali bersama keluarga," kata Elona, Rabu (14/12/2016).

Elona sebetulnya ingin menjemput suaminya di Jakarta. Namun, ia menunggu keputusan perusahaan tempat suaminya bekerja apakah akan memberangkatkan dia ke Jakarta atau tidak.

"Yang lain belum kepikiran, yang penting mau secepatnya bisa ketemu dulu," kata dia.

Robin dan Nasir serta lima ABK lainnya disandera dari TB Charles pada 20 Juni 2016 ketika kapal mereka melintas di perairan Filipina Selatan.

Ketujuh ABK ini dipisahkan oleh dua kelompok penyandera dan mereka meminta uang tebusan yang berbeda.

Kelompok Alhabsyi menyandera empat ABK yang sudah berkeluarga, dua di antaranya yang baru saja dibebaskan.

Adapun kelompok milisi bersenjata Abu Sayyaf menyandera tiga ABK yang masih lajang. Sandera itu dibebaskan pada 2 Oktober 2016.

Dengan bebasnya Robin dan Nasir, maka semua ABK TB Charles telah dibebaskan oleh penyandera.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Multazam, Pelajar SMA yang Terjatuh di Gunung Piramid, Ditemukan Meninggal

Regional
Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Dua Pegawai Positif Covid-19, Kantor Pusat Bank Banten Diminta Tutup Sementara

Regional
Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Satu Jenazah Ditemukan di Luwu Utara, BPBD Sebut Bukan Korban Banjir

Regional
Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Ini Alasan Gubernur Banten Perpanjang PSBB Tangerang Raya

Regional
4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

4 Pegawai Positif Covid-19, Puskesmas Wringinanom Ponorogo Tutup 10 Hari

Regional
Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus 'Ngesot' karena Sangat Sulit

Puncak Gunung Piramid di Mata Pendaki: Saya Harus "Ngesot" karena Sangat Sulit

Regional
Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

Regional
Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Pencarian WN Amerika di Teluk Ambon Diperluas, Korban Belum Ditemukan

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang hingga 8 Kali, Ini Penyebabnya

Regional
Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Wisma Atlet Jakabaring Palembang Tak Lagi Rawat Pasien Covid-19

Regional
Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Kasus Fetish Kain Jarik, Polisi: Pengakuan Tersangka Ada 25 Korban

Regional
Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus 'Ngesot'

Sulitnya Mendaki Gunung Piramid, Turun dari Puncak Harus "Ngesot"

Regional
Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Detik-detik Remaja Tewas Dikeroyok Temannya, Berawal dari Curi Uang Rp 100.000

Regional
Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Detik-detik Menegangkan Polisi Kejar Pencuri Mobil dari Jakarta, Tertangkap di Bypass Lohbener

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X