Serang Rombongan Pelajar dengan Pedang, 5 Siswa di Bantul Diamankan

Kompas.com - 13/12/2016, 21:02 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa

BANTUL, KOMPAS.com - Reskrim Polres Bantul menangkap lima orang pelajar menganiaya sejumlah siswa SMA Muhammadiyah I Yogyakarta pada Senin (12/12/2016). Lima pelaku penganiayaan ditangkap di rumah masing-masing.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan, awalnya korban dalam perjalanan pulang dari berwisata ke pantai di Gunungkidul.

Sampai di perbatasan Kabupaten Gunungkidul-Kabupaten Bantul, tepatnya di Dusun Lanteng, Selopamioro, Imogiri, para korban berpapasan dengan rombongan remaja.

"Mereka berpapasan. Saat itulah kedua rombongan saling menggeber motor mereka," ucap Anggaito, Selasa (13/12/2016).

Rombongan pelaku lalu berbalik arah dan mengejar. Para pelaku ternyata membawa senjata tajam dan langsung melakukan penyerangan. Akibatnya, sejumlah korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.

"Korban enam orang, ada yang kena sabetan pedang, celurit dan ada juga yang kena lemparan batu. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit," ucapnya.

Teman-teman korban yang berhasil melarikan diri lalu melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Dari laporan tersebut, petugas langsung melakukan pengejaran.

"Ada korban yang mengenali wajah salah satu pelaku dan langsung kita lakukan penangkapan," tegasnya.

Anggaito menyampaikan, para pelaku ditangkap di lokasi berbeda. Pertama kali, polisi menangkap DP dan KM. Dari pengembangan diamankan tiga lainya berinisial RS, MG dan RA.

"Awalnya ada enam, tetapi satu tidak terbukti turut melakukan penganiayaan. Mereka masih berstatus pelajar dan berusia 17 tahun," tandasnya.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus ini dan memburu pelaku lainnya. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan satu buah celurit dan tiga sepeda motor.

Anggaito menjelaskan, sampai saat ini kelimanya masih dimintai keterangan dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Namun pihaknya telah menyiapkan pasal yang akan dikenakan, di antaranya dengan Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 KUHP junto Pasal 169 KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

"Kita masih menunggu pendampingan dari Bapas dan orangtua, karena mereka masih di bawah umur," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X