Kompas.com - 10/12/2016, 19:02 WIB
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membantah telah menerbitkan izin baru tentang izin lingkungan pengaturan dan operasionalisasi pabrik Semen Indonesia di Rembang.

Izin yang diterbitkan bukan baru melainkan revisi aturan yang sama.

“Itu bukan (izin) baru. Bukan memunculkan izin baru, itu adendum,” kata Ganjar saat ditemui Kompas.com di Semarang, Sabtu (10/12/2016).

Surat keputusan yang dimaksud ialah penerbitan izin lingkungan bernomor 660.1/30 Tahun 2016 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan Bahan Baku Semen dan Pembangunan serta Pengoperasian Pabrik Semen di Kabupaten Rembang.

Surat Gubernur terbit pada 9 November 2016, atau sebelum menerima salinan putusan oleh Mahkamah Agung pada 17 November 2016.

Baca juga: Muncul Izin Pabrik Semen Baru, Warga Rembang Merasa Dipermainkan

Ganjar lalu menceritakan asal keluarnya perubahan SK tersebut, bahwa SK dikeluarkan sebelum pihaknya mendapat salinan putusan.

Sembari menunggu salinan, pemprov mengawasi laporan pelaksanaan Amdal. Laporan dilakukan secara rutin hingga Badan Lingkungan Hidup melakukan review atas laporan pelaksanaan itu. Laporan yang disampaikan ternyata terjadi perubahan yang cukup signifikan.

“Semua dilaporkan, BLH melaporkan bahwa nama (perusahaan) ganti, luasan pabrik berganti, luasan jalan berganti, semua jumlahnya mengecil. Karena mengecil diusulkan untuk disesuaikan, maka dikeluarkan izin yang menyesuaikan yang otomatis mencabut izin lama,” imbuh dia.

Oleh karena itu, pihaknya hingga kini masih berusaha mengkaji adendum dari SK izin pertambangan itu apakah sesuai atau tidak.

Sebelumnya pada Jumat kemarin, Asisten Pemerintahan Setda Pemprov Jateng Siswo Laksono menyatakan Gubernur Jateng telah mencabut izin lingkungan pabrik semen Gresik. Namun Ganjar juga menerbitkan surat terbaru terkait pengaturan batasan penambangan dan operasional pabrik Semen Indonesia di Rembang.

Alasan perubahan itu, pertama lantaran terjadi perubahan nama perusahaan dari PT Semen Gresik (Persero) menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, lalu permohonan perubahan data luas wilayah penambangan batu gamping dan batu lempung yang mengecil.

Dalam SK ini, Ganjar memberikan izin atas tiga kegiatan, yaitu penambangan batu kapur seluas 293,9 hektar di Desa Tegaldowo dan Desa Kajar, Kecamatan Gunem; penambangan tanah liat seluas 98,9 hektar di Desa Kajar dan Desa Pasucen, Kecamatan Gunem; dan operasional pabrik semen berkapasitas 3 juta ton per tahun di Desa Kajar dan Desa Pasucen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.