Komnas HAM Segera Periksa Aparat yang Terlibat Penembakan 4 Warga di Paniai

Kompas.com - 09/12/2016, 17:50 WIB
Sejumlah anak-anak yang dipukuli sekelompok orang bersenjata yang tidak dikenal di Pondok Natal Kampung Ipakije, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Minggu (7/12/2014) lalu. .Sejumlah anak-anak yang dipukuli sekelompok orang bersenjata yang tidak dikenal di Pondok Natal Kampung Ipakije, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Minggu (7/12/2014) lalu.
|
EditorFarid Assifa

JAYAPURA, KOMPAS.com - Tim Ad hoc Paniai yang dibentuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia segera memeriksa anggota TNI dan Polri yang berada di lokasi kejadian dalam insiden penembakan empat warga di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, pada 8 Desember 2014 lalu.

Tim Ad hoc Paniai yang dibentuk Komnas HAM berfungsi untuk membawa kasus tersebut dengan barang bukti yang kuat ke Pengadilan HAM berat seperti dalam kasus pelanggaran HAM di Timor-Timur.

Pelaksana tugas Kepala Sekretariat Komnas HAM Provinsi Papua, Frits Ramandey, saat ditemui di Jayapura, Jumat (9/12/2016) mengatakan, aparat yang akan diperiksa berasal dari Polsek Paniai Timur, Koramil Paniai Timur, dan Paskhas dari TNI Angkatan Udara.

"Kami akan memeriksa mereka pada awal tahun depan. Saksi yang diperiksa berada di lokasi kejadian pada saat insidem tersebut," kata Frits.

Baca juga: Komnas HAM Segera Selidiki Kasus Penembakan Warga di Paniai

Ia pun menyatakan, Tim Ad hoc Paniai Komnas HAM akan berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan dalam proses pemeriksaan aparat dari tiga institusi tersebut.

"Sebenarnya Komnas HAM telah mengajukan surat ke Mabes TNI dan Polri untuk meminta hasil penyelidikan kasus penembakan warga di Paniai. Akan tetapi, mereka belum memberikan jawaban. Padahal, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan penanganan kasus ini secara transparan," tutur Frits.

Ia menambahkan, tim Ad hoc telah menerjunkan tujuh penyelidik dan dua staf ke Paniai untuk memeriksa 23 warga yang merupakan korban dan saksi dalam kasus tersebut pada tanggal 21 November hingga 25 November 2016 lalu.

Sayangnya, hanya tiga korban dan dua warga berstatus sebagai saksi yang bersedia memberikan keterangan bagi tim Ad hoc Paniai. Banyak korban dan saksi yang tidak hadir karena kecewa penyelesaian kasus ini tertunda selama dua tahun terakhir.

"Minimnya jumlah korban dan saksi yang memberika kesaksian tidak menjadi kendala bagi kami. Sebab, kami telah memiliki barang bukti dan hasil visum dari pihak rumah sakit setempat. Dengan data ini dapat menjadi dasar untuk membawa para pelaku ke pengadilan HAM," tegas Frits.

Diketahui, penembakan yang terjadi di Lapangan Karel Gobay di Distrik Paniai Timur telah menewaskan empat remaja, yakni Alpius Youw (17), Yulian Yeimo (18), Simon Degei (18), dan Alpius Gobai (17).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.