Padepokan Dimas Kanjeng Segera Dikosongkan

Kompas.com - 09/12/2016, 12:31 WIB
Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo. KOMPAS.com/Ahmad Faisol Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo.
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com - Polda Jatim saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak terkait terkait pengosongan Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Oleh polisi, padepokan Dimas Kanjeng sudah disita sebagai barang bukti. Penyitaan menyusul turunnya izin sita dari Pengadilan Negeri Probolinggo kepada Polda Jatim beberapa lalu.

"Kami saat ini sedang koordinasi dengan pihak terkait seperti Pemkab Probolinggo, Pemprov Jatim, dan Satpol PP," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, Jumat (9/12/2016).

Informasi dari Polres Probolinggo, lanjut dia, sampai saat ini masih banyak pengikut Dimas Kanjeng yang masih ada di padepokan.

"Kami akan pakai pendekatan persuasif dengan pendekatan kemanusiaan," ucapnya.

Selain menyita padepokan, Polda Jatim saat ini tengah mengajukan sita kepada sejumlah aset Dimas Kanjeng di Probolinggo dan Banyuwangi.

Karena berdasarkan pengembangan penyidikan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU), Dimas Kanjeng menggunakan uang hasil penipuan untuk membeli aset di Probolinggo dan Banyuwangi.

Selain dijerat kasus TPPU, Dimas Kanjeng Taat Pribadi juga dijerat kasus pembunuhan dua anak buahnya serta penipuan bermodus penggandaan uang. Dimas Kanjeng dijemput paksa dari padepokannya pada 22 September lalu karena tidak pernah datang panggilan pemeriksaan polisi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Belajar Tatap Muka SMP di Padang Panjang Berjalan Lancar, Ada 9 Aturan yang Harus Dipatuhi

Regional
Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Pria Ini Bunuh Kekasihnya gara-gara Cium Bau Sperma di Sofa Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X