Buruh Pabrik Sepatu Sukabumi Tuntut Upah Minimum Sektoral

Kompas.com - 06/12/2016, 22:00 WIB
Buruh pabrik sepatu tergabung SP TSK SPSI saat mendatangi pendopo Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016).  Mereka menuntut upah minimum sektoral (UMS) khusus sepatu yang sudah diperjuangkan selama tiga tahun. KOMPAS.com/BUDIYANTOBuruh pabrik sepatu tergabung SP TSK SPSI saat mendatangi pendopo Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (6/12/2016). Mereka menuntut upah minimum sektoral (UMS) khusus sepatu yang sudah diperjuangkan selama tiga tahun.
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SUKABUMI, KOMPAS.com - Ratusan buruh pabrik sepatu tagih janji penetapan upah minimum sektoral (UMS) kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi, Jawa Barat.

Kaum buruh yang tergabung Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, Kulit - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPTSK SPSI) itu mendatangi gedung pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (6/12/2016).

Perwakilan buruh diterima di dalam gedung oleh Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono dengan didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Aam Ammar Halim.

"Kami hanya meminta Pak Bupati merekomendasikan UMS khusus sepatu yang akan disampaikan ke Gubernur Jawa Barat untuk ditetapkan," kata Koordinator Aksi SPTSK-SPSI Kabupaten Sukabumi, Doni Sudarsono kepada wartawan, Selasa.

Karena, lanjut dia, UMS di daerah lain seperti Karawang, Purwakarta, Subang, dan Sumedang itu sudah diterapkan. Seharusnya Pemkab Sukabumi juga dapat mengkaji dan menerapkannya.

"Di Sumedang itu hanya ada satu pabrik sepatu tapi sudah menerapkan UMS. Apalagi Sukabumi ini mempunyai tiga perusahaan sepatu yang berkelas internasional," ujar dia.

Doni menyatakan, UMS yang diharapkan oleh para buruh hanya lima persen di atas Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukabumi. Adapun UMK 2017 nanti sebesar Rp 2.376.558.

"UMS Kabupaten Sukabumi selama ini terkecil dibanding daerah lain, kami tidak muluk-muluk hanya lima persen di atas UMK," ujarnya.

Ketua SP TSK SPSI Kabupaten Sukabumi Moch Popon menambahkan permohonan UMS khusus sepatu ini sudah diperjuangkan selama tiga tahun. Namun Pemkab Sukabumi selama ini hanya memberikan janji dengan alasan perlu kajian.

"Sebenarnya hanya tinggal menunggu rekomendasi atau surat keputusan dari Pemkab Sukabumi saja," kata Popon.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Bupati Lombok Timur Positif Covid19, Sopir dan Pelayan Tertular

Regional
Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Fakta Corona di Banten: Pecah Rekor Tambah 200 Kasus Sehari, hingga Kota Cilegon Zona Merah

Regional
Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Heboh, Kades Kesurupan Saat TMMD Tampilkan Tari Jaipong di Indramayu

Regional
Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Pilkada Serentak Saat Pandemi, Machfud Arifin: Mau Ditunda atau Tidak, Kita Siap...

Regional
Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Sebanyak 28 Santri di Kendal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Jelang Penetapan Paslon, Bawaslu Minta Parpol Kendalikan Pendukung

Regional
119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X