Kalla: Kasus Dugaan Korupsi KOI Sangat Memalukan

Kompas.com - 06/12/2016, 18:39 WIB
Wapres Jusuf Kalla setelah acara pertemuan ILO di Bali. KOMPAS.com/Sri LestariWapres Jusuf Kalla setelah acara pertemuan ILO di Bali.
|
EditorCaroline Damanik

NUSA DUA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa kasus dugaan korupsi dana sosialisasi Asian Games 2018 dalam Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sangat memalukan.

"Saya baru membaca saja, itu tentu sangat mengejutkan dan sangat memalukan menjelang Asian Games," kata Kalla di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (6/12/2016).

Dalam kasus Carnaval Road to Asian Games di enam kota ini, polisi telah menetapkan Sekjen KOI Dody Iswandi menjadi tersangka. Kalla mengapresiasinya dan berharap hukum ditegakkan sesuai aturan di Indonesia.

"Kalau promosi saja bisa ditilep, apalagi dengan yang lain? Tentu harus diberi tindakan yang keraslah. Ini kan acara internasional, diterapkan hukum yang baik," tambah Kalla.

Dia juga berharap, kasus ini ditangani dengan terbuka karena alasannya adalah biaya Asian Games 2018 mencapai triliunan rupiah.

"Ya harus dibuka. Asian Games itu biayanya triliunan loh," ujarnya.

(Baca juga: Sekjen KOI Tersangka Korupsi, Reputasi Indonesia Jadi Taruhan)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

33 Santri Positif Corona, Kota Tasikmalaya Siapkan RS Darurat di GOR

33 Santri Positif Corona, Kota Tasikmalaya Siapkan RS Darurat di GOR

Regional
Buka Lahan di Wilayah Sengketa, 4 Warga Timor Leste Diamankan Anggota TNI

Buka Lahan di Wilayah Sengketa, 4 Warga Timor Leste Diamankan Anggota TNI

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Tasikmalaya Berlakukan Jam Malam

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkot Tasikmalaya Berlakukan Jam Malam

Regional
Dinkes Boyolali Catat Penambahan 6 Klaster Baru Penularan Covid-19

Dinkes Boyolali Catat Penambahan 6 Klaster Baru Penularan Covid-19

Regional
Kabaharkam Perkenalkan Helm Smart KC Wearable, Apa Saja Fungsinya?

Kabaharkam Perkenalkan Helm Smart KC Wearable, Apa Saja Fungsinya?

Regional
'Selama Polisi Masih Sering ke Sini, Kami Masih Ketakutan'

"Selama Polisi Masih Sering ke Sini, Kami Masih Ketakutan"

Regional
Resmi Ditetapkan Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wajib Lapor ke Polda Jateng

Resmi Ditetapkan Tersangka, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wajib Lapor ke Polda Jateng

Regional
Bocah 8 Tahun Diduga Dianiaya dan Dibuang Orangtuanya, Polisi: Akan Kita Proses

Bocah 8 Tahun Diduga Dianiaya dan Dibuang Orangtuanya, Polisi: Akan Kita Proses

Regional
Kalah Pilkada 2013, Calon Bupati Madiun Edarkan Uang Palsu Rp 1 M, Ini Ceritanya...

Kalah Pilkada 2013, Calon Bupati Madiun Edarkan Uang Palsu Rp 1 M, Ini Ceritanya...

Regional
Kali Kelima, DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

Kali Kelima, DIY Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 September 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 September 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 29 September 2020

Regional
Pemprov Jabar Klaim Pencemaran di Sungai Citarum Mulai Berkurang

Pemprov Jabar Klaim Pencemaran di Sungai Citarum Mulai Berkurang

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 29 September 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X