Mendikbud Minta Maaf jika Ada Bisnis yang Dirugikan Saat UN Dihapus

Kompas.com - 06/12/2016, 18:22 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat menemui wartawan usai pembukaan Kongres XXI Persatuan Tamansiswa di Pendapa Agung Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (6/12/2016).  Kontributor Yogyakarta, Wijaya KusumaMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat menemui wartawan usai pembukaan Kongres XXI Persatuan Tamansiswa di Pendapa Agung Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (6/12/2016). 
|
EditorCaroline Damanik

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy minta maaf jika ada yang dirugikan ketika usulan dihapusnya Ujian Nasional (UN) disetujui.

Muhadjir juga mengaku mendapat komplain dari beberapa percetakan yang sudah membuat bimbel (Bimbingan Belajar) terkait rencana kebijakan dihapusnya Ujian Nasional (UN).

"Saya tahu di situ (UN) juga ada bisnis, misalnya bisnis bimbingan belajar. Saya minta maaf kalau ada yang dirugikan dengan kebijakan ini," ujar Muhadjir dalam pembukaan Kongres XXI Persatuan Tamansiswa di Pendapa Agung Tamansiswa Yogyakarta, Selasa (6/12/2016). 

Muhadjir mengungkapkan, meskipun ada bisnis yang harus dirugikan, namun dia meyakini bahwa kebijakan itu harus berpihak kepada kepentingan yang lebih besar. Bahkan karena kebijakan tersebut, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu juga mendapat beberapa komplain dari beberapa percetakan yang telah membuat bimbel.

"Saya juga dapat komplin beberapa percetakan yang sudah membuat bimbel. Saya kira sudah cukup lah keuntungan, selama UN kemarin," tegasnya.

"Biarlah sekarang sekolah-sekolah yang mendapat keuntungan dengan membangun sekolah yang lebih mencerdaskan," imbuhnya.

Dia mengungkapkan, salah satu kekurangan dari Ujian Nasional (UN) adalah tes yang pilihan ganda. Semua ahli pendidikan tahu jika pilihan ganda hanya mampu mendeteksi tingkat kemampuan murid level tiga, yakni mengenal, menghafal dan mengaplikasikannya.

"Untuk berfikir kritis, inovatif hingga untuk menjadi pencipta, kreatif itu bukan dengan pilihan ganda. Ini kami gagas, setiap ujian nanti harus ada esai tes," ucapnya.

Menurut dia, jika nanti sistem tes ini dirubah , praktis guru dan organisasi sekolah akan beradaptasi dengan kebijakan itu.

Menjelang Ujian Nasional (UN), lanjutnya, hampir semua sekolah tidak ada apa-apa kecuali fokus ke mata pelajaran yang diujikan. Bimbingan belajar dikerahkan untuk menyiapkan siswa menghadapi Ujian Nasional.

"Mata pelajaran lain dikalahkan, guru Ujian Nasional naik derajatnya sedangkan guru yang mata pelajarannya tidak diujikan akan turun derajatnya," ucapnya.

(Baca juga: Pentingnya Moratorium Ujian Nasional)



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Penambahan Kasus Covid-19 di Kota Serang Catatkan Rekor Tertinggi

Regional
Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Pulang dari Tempat Hiburan Malam, Mahasiswi di Makassar Diperkosa 7 Pria

Regional
Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Di-PHK dan Diusir, Puluhan Pekerja Sawit Asal NTT Terlantar, Ada yang Bawa Bayi

Regional
Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Pemprov Riau Cairkan Rp 4,7 Miliar untuk Insentif Tenaga Medis

Regional
Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Pelanggar Protokol Kesehatan di Probolinggo Kena Denda Rp 200.000

Regional
Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Hasil Tes Kesehatan dan Berkas Paslon Pilkada Grobogan Penuhi Syarat

Regional
Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Besok, Sanksi Perda Adaptasi Kebiasaan Baru Berlaku di Kota Padang

Regional
Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Kemarau, Warga Tempuh 2 Kilometer dan Antre Demi Seember Air Bersih

Regional
Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Diusung 8 Partai di Pilkada Surabaya, Machfud Arifin Bantah Keroyok Calon PDI-P

Regional
Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Pilkada Surabaya 2020, PDI-P Targetkan Eri-Armuji Raih 70 Persen Suara

Regional
Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Viral Video Bupati Timor Tengah Utara NTT Marahi Polisi, Ini Sebabnya

Regional
Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Urus Dana Hibah di Kemenkes, Direktur RSUD Pangkalpinang Positif Corona

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Kasus Covid-19 Meningkat, Warga Sumedang Dilarang Bepergian ke Zona Merah

Regional
Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Cucu, Menantu, dan Istri Tertular Covid-19, Klaster Keluarga di Salatiga Bertambah

Regional
Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Kedapatan Miliki Sabu, Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X