Petani yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri Divonis 4 Bulan 10 Hari Penjara

Kompas.com - 05/12/2016, 21:08 WIB
Nurdin saat menjalani sidang putusan di Oengadilan Negeri Tais, Seluma, Bengkulu Kontributor Bengkulu, FirmansyahNurdin saat menjalani sidang putusan di Oengadilan Negeri Tais, Seluma, Bengkulu
|
EditorFarid Assifa

BENGKULU, KOMPAS.com - Nurdin (60), seorang petani di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, yang dituduh mencuri buah kelapa sawit milik PT Agri Andalas dinyatakan bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tais, Senin (6/12/2016).

Nurdin dijatuhi penjara 4 bulan 10 hari. Putusan ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman penjara satu tahun.

Baca juga: Kisah Petani Seluma yang Dipenjara karena Memanen Sawit di Kebun Sendiri

Dalam amar putusannya, Ketua Majelis Hakim, Yudhistira Adi Nugraha menilai, terdakwa Nurdin, sesuai keterangan beberapa saksi, terlihat mencuri buah kelapa sawit milik perusahaan menggunakan egrek.

"Buah kelapa sawit tersebut diangkat menggunakan motor yang dilengkapi jaring dari kebun milik perusahaan ke kebun milik terdakwa. Aktivitas terdakwa lalu disergap oleh beberapa petugas kemanan perusahaan yang sedang melakukan patroli," kata Yudhistira dalam pembacaan amar putusan.

Dalam amar putusan juga disebutkan bahwa terdakwa mengajukan tiga saksi, namun ketiga saksi tersebut tidak ada yang melihat secara langsung apakah Nurdin melakukan pencurian atau tidak.

Sementara itu, beberapa saksi dari pihak perusahaan di persidangan dan di bawah sumpah mengaku melihat Nurdin mencuri buah kelapa sawit milik perusahaan dari jarak 30 meter. Adapun tandan sawit yang dicuri sebanyak 24 tandan.

Baca juga: "Pak Hakim, Saya Tidak Mencuri, Bebaskan Saya, Anak Saya Tidak Ada yang Merawat"

Majelis hakim dalam putusannya menyatakan, Nurdin diberatkan karena merugikan PT Agri Andalas dan menghambat laju investasi.

Sementara Nurdin diringankan karena selama persidangan berlaku sopan dan masih memiliki tanggungan anak yang masih sekolah.

Majelis hakim tidak dapat memenuhi tuntutan JPU dengan penjara satu tahun karena keputusan harus memenuhi rasa keadilan terhadap masyarakat.

Atas putusan tersebut JPU, Deti, menyatakan pikir-pikir apakah mengajukan banding atau tidak.

Demikian pula dengan kuasa hukum Nuridn dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Respublika, Fitriansyah menyatakan pikir-pikir.

Persidangan Nurdin cukup menjadi perhatian masyarakat. Aparat Polres Seluma pun mengerahkan satu peleton anggotanya yang terdiri dari satuan Sabhara, intel, untuk mengamankan jalannya persidangan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X