Masuk Hari Keempat Pencarian, 2 Korban Longsor di Karanganyar Belum Ditemukan

Kompas.com - 02/12/2016, 13:03 WIB
Alat berat membersihkan longsor di Desa Tegalsari, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (2/12/2016). Kontributor Surakarta, M WismabrataAlat berat membersihkan longsor di Desa Tegalsari, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (2/12/2016).
|
EditorFarid Assifa

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Relawan SAR dari berbagia daerah kembali melanjutkan proses pencarian dua korban longsor di Desa Tegalsari, Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (2/12/2016).

Petugas menemukan kain jarik dan alat penggiling padi yang diduga milik korban. Namun, kondisi tanah yang labil dan hujan menjadi kendala proses pencarian.

Memasuki hari keempat pencarian korban longsor di Desa Tegalsari, petugas masih belum berhasil menemukan dua korban bernama Gitogimin (70) dan Darmo (50). Kain jarik dan sebuah alat perontok padi menjadi petunjuk petugas.

Namun demikian, kedua barang yang diduga milik korban tersebut tidak serta merta memudahkan proses pencarian.

"Semua yang dipakai korban bisa saja menjadi petunjuk, namun lokasinya mungkin sudah bergeser karena terseret arus dan gerakan tanah," kata Basuki, kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Karanganyar, Jumat (2/12/2016).

Baca juga: Pencarian Korban Longsor di Karanganyar Dilanjutkan, "Backhoe" Dikerahkan

Nugrohi juga menjelaskan, prosedur pencarian korban akan dievaluasi setelah tujuh hari pencarian. Petugas akan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.

"Kita akan berkoordinasi dengan keluarga, lalu baru akan dievaluasi tentang pencarian korban. Tapi kita tetap akan berusaha mencari menemukan keberdaan kedua korban tersebut," katanya.

Sementara itu, sejumlah warga turut membantu relawan untuk mencari kedua korban. Warga memindahkan batu-batu dan lumpur yang menghalangi proses pencarian.

Longsor terjadi pada Selasa sore (29/11/2016) saat sejumlah petani sedang memanen padi dan lombok. Tebing setinggi kurang lebih 30 meter longsor dan menimbun para petani.

Lima petani berhasil selamat. Sutoyo (75) ditemukan tewas, sedangkan Darmo dan Gitogimin saat ini masih belum ditemukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Modus Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Arahkan Nasabah hingga Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X