Kompas.com - 02/12/2016, 07:01 WIB
Aktivitas pembukaan jalan Trans-Papua di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, oleh TNI Angkatan Darat dari kesatuan Detasemen Zeni Tempur pada 16 Agustus 2016. KOMPAS/FABIO M LOPES COSTAAktivitas pembukaan jalan Trans-Papua di Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, oleh TNI Angkatan Darat dari kesatuan Detasemen Zeni Tempur pada 16 Agustus 2016.
EditorCaroline Damanik

JAYAPURA, KOMPAS — Jalan Trans-Papua sepanjang 3.720 kilometer telah selesai dibangun. Proyek jalan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat itu telah mencapai 86 persen dari total 4.325 kilometer. Trans-Papua penting untuk membuka konektivitas ke daerah-daerah di dua provinsi, termasuk yang terisolasi.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Wilayah Papua Osman Marbun mengatakan itu saat ditemui di Jayapura, Rabu (30/11).

Osman mengatakan, 14 persen dari ruas Trans-Papua yang belum tersambung atau sepanjang 605 kilometer terdapat di 11 ruas, yakni Sorong-Manokwari, Manokwari-Nabire, Nabire-Enarotali-Sugapa, Sugapa-Beoga-Ilaga, Wamena-Jayapura, Wamena-Kenyam, Kenyam-Deikai, DeikaiOksibil, Oksibil-Waropko, Waropko-Tanah Merah-Merauke, dan Waigete-Timika.

"Hingga akhir tahun ini, pembukaan 11 jalan itu belum terealisasi karena sejumlah faktor. Misalnya kebijakan pemotongan anggaran dari pusat sehingga penyediaan bahan baku seperti jembatan terkendala. Ditargetkan pada 2018, jalan Trans-Papua selesai," kata Osman.

Salah satu yang sedang dikerjakan adalah Batas Batu-Mamugu-Kenyam-Wamena yang menjadi bagian ruas Wamena-Kenyam sepanjang 278,6 kilometer. Namun, pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat baru menganggarkan Rp 361 miliar untuk pembukaan ruas jalan tersebut. Pihak Balai Jalan XVIII masih membutuhkan Rp 885 miliar untuk pembangunan 45 jembatan yang terdiri dari 8 jembatan rangka baja dan 37 jembatan kayu.

"Saat ini, pembukaan jalan dari Batas Batu-Mamugu sepanjang 24 kilometer sudah mencapai 74 persen, sedangkan Kenyam ke Wamena sepanjang 114 kilometer telah 85 persen. Kami hanya membangun 45 jembatan untuk menyambungkan ruas jalan ini," tutur Osman.

Selain anggaran terbatas, faktor keamanan turut menghambat pembukaan jalan Trans-Papua. Misalnya, jalan Trans-Papua yang menghubungkan Kabupaten Puncak ke Puncak Jaya.

Pengerjaan ruas jalan itu terhenti pasca insiden penyerangan tujuh pekerja PT Modern di Desa Agenggeng pada 15 Maret 2016. Empat pekerja tewas dalam peristiwa itu, yakni Andarias Demena, Daud Demena, Yohanis Tikuramba, dan David Demena.

Pejabat Pelaksana Kegiatan Balai Jalan Nasional X Wilayah Papua dan Papua Barat Vinsensius Sihotang, di Jayapura, mengatakan, PT Modern telah membuka Jalan Sinak-Mulia sepanjang 4,6 kilometer dari total 10 kilometer. "Jika tak ada gangguan di lapangan, pembukaan jalan akan selesai pada akhir November," katanya.

Vinsensius menambahkan, total ruas jalan Trans-Papua dari Sinak hingga Mulia yang belum dibuka sepanjang 31,4 kilometer. Pihak balai telah menargetkan pengerjaan jalan tersebut pada tahun 2017.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Elia Loupatty mengatakan, pembukaan jalan Trans-Papua sangat dibutuhkan masyarakat Papua di daerah pedalaman. Jalan akan memperlancar transportasi darat dan berimbas menurunnya harga barang kebutuhan pokok. "Kami berharap pemerintah pusat memprioritaskan program pembukaan jalan Trans-Papua secepatnya. Infrastruktur ini sangat berharga bagi kami," kata Elia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya Christian Sohilait, menambahkan, pemerintah harus memikirkan strategi tol udara sebagai langkah alternatif sebelum pembukaan Trans-Papua rampung.

"Pembukaan jalan Trans-Papua masih membutuhkan waktu yang lama. Padahal, distribusi barang pokok ke masyarakat berlangsung setiap hari. Dengan tol udara, kami berharap pemerintah memperlancar pengurusan izin pesawat perintis dan subsidi biaya pengiriman," ujar Christian. (FLO)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 1 Desember 2016, di halaman 21 dengan judul "3.720 Kilometer Telah Dibangun".



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X