3 Hari Terseret Arus Sungai, Penambang Pasir Ditemukan Tak Bernyawa

Kompas.com - 22/11/2016, 19:14 WIB
KOMPAS.COM/ RAJA UMAR"Marhaban (25), penambang pasir yang hanyut terseret arus sungai krueng Meurebo jasatnya ditemukan mengapung diatas permukaan air sungai setelah tiga hari hilang", Selasa (22/11/16)
|
EditorFarid Assifa

MEULABOH, KOMPAS.com - Setelah tiga hari hilang terseret arus Sungai Krueng Mereubo di Desa Psie Pinang, Kecamaatan Meureubo, Aceh Barat, Marhaban (25), penambang pasir asal Kuta Fajar, Kabupaten Aceh Selatan, akhirnya ditemukan meninggal dalam kondisi terapung tak jauh dari lokasi kejadian.

“Tadi ditemukan oleh warga sekitar pukul 15.30.00 WIB. Saat ditemukan, jasad korban mengapung sekitar 100 meter dari lokasi kejadian awal," kata Fahmi, warga Desa Pasie Pinang kepada wartawan, Selasa (22/11/16).

Baca juga: Penambang Pasir Hanyut Terseret Arus di Aliran Sungai Krueng Meurebo

Menurut Fahmi, jasad pemuda penambang pasir asal kuta Fajar itu awalnya ditemukan oleh Kadir, salah seorang warga desa yang ikut memantau proses pencarian. Kemudian penemuan itu langsung beritahukan kepada tim pencarian untuk dilakukan evakuasi.

Kismar, salah satu anggota tim pencarian dari BPBD Aceh Barat mengatakan, setelah merima informasi ada warga yang terseret arus sungai, pihaknya bersama SAR, TNI dan warga langsung melakukan pencarian selama tiga hari.

Tim menyisir aliran Sungai Krueng Meureubo mulai dari lokasi kejadian hingga ke muara sungai. Namun jasad korban tak ditemukan. Bahkan, sebagian warga juga telah melakukan pencarian di lokasi korban mengapung dengan cara menyelam ke dasar sungai.

“Memang penemuan jasad korban di luar dari prediksi awal kita, karena di lokasi mengapung itu sudah berulang kali kita lakukan pencarian selama tiga hari ini. Tapi tadi jasad korban tiba-tiba muncul dan mengapung sekitar 100 meter dari lokasi kejadian," katanya.

Jasad Marhaban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien, Meulaboh, untuk dilakukan otopsi. Selanjutnya jenazah akan diantar dengan menggunakan ambulans ke rumah duka di Kota Fajar, Kabupaten Aceh Selatan, untuk dimakamkan di kampung halaman orangtuanya.

“Sekarang dibawa ke RSUD untuk dilakukan otopsi, kemudian setelah itu akan diantar ke rumah duka," ujarnya.

Berdasrkan informasi yang dihimpun Kompas.com dari lokasi kejadian, aliran Sungai Krueng Meurebo di Desa Pasie Pinang itu beberapa tahun terakhir ini kerap menelan korban jiwa.

Bahkan tahun lalu, dua pria asal Kota Langsa juga ditemukan tak bernyawa setelah terseret arus Sungai Krueng Meureubo Aceh Barat.

“Sungai ini sudah sering makan korban, tapi yang anehnya korban belakangan ini diketahui pendatang semua," kata Usman, salah satu penambang pasir kepada Kompas.com.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X