Kompas.com - 22/11/2016, 13:38 WIB
Kompol Boni Wakil Kepala bersama AKP Joni Kasat Reskrim Polres Cirebon gelar perkara kasus korupsi dana pembebasan tanah desa sebesar 2,6 hektar untuk Tol Kanci – Pejagan yang dilakukan Kepala Desa beserta sekretarisnya, Selasa (22/11/2016). Keduanya mengambil keuntungan sekaligus bunga penjualan hingga negara mengalami kerugian senilai dari Rp. 597.300.000 Kontributor Cirebon KompasTV, Muhamad Syahri RomdhonKompol Boni Wakil Kepala bersama AKP Joni Kasat Reskrim Polres Cirebon gelar perkara kasus korupsi dana pembebasan tanah desa sebesar 2,6 hektar untuk Tol Kanci – Pejagan yang dilakukan Kepala Desa beserta sekretarisnya, Selasa (22/11/2016). Keduanya mengambil keuntungan sekaligus bunga penjualan hingga negara mengalami kerugian senilai dari Rp. 597.300.000

CIREBON, KOMPAS.com –  JH, mantan Kepala  Desa Serang Kulon, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, jawa Barat, dan SK mantan sekretarisnya, tidak lagi dapat bergerak bebas, setelah aksi kejahatannya berupa tindakan pidana korupsi terbongkar petugas kepolisian. Keduanya kini harus mendekam di balik dinginnya jeruji besi.

Mereka diduga melakukan korupsi dana pembebasan lahan desa yang terkena pembangunan tol Kanci – Pejagan. Keduanya mengambil keuntungan sekaligus bunga penjualan hingga merugikan uang negara senilai Rp 597,3 juta.

Kompol Boni Facius, Wakil Kepala Polres Cirebon menyebut, kedua perangkat desa tersebut diduga mengambil keuntungan sekaligus bunga dari hasil jual beli tanah desa seluas 2,6 hektar yang dibeli Direktorat Jendral Bima Marga Kementerian Pekerjaan Umum 2008 lalu.

Pemerintah membayarkan pada keduanya sebesar Rp 780,3 juta untuk pembebasan tanah pembangunan jalan Tol Kanci – Pejagan.

“Namun, uang tersebut hanya dibelikan tanah pengganti seluas 1,5 hektar di Desa Mekarsari Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon, dengan nilai sebesar Rp 183 juta dan sekaligus mengantongi bunga hasil penjualan sebesar Rp 31,2 juta Hingga akhirnya negara dirugikan sebesar Rp. 597,3 juta,” katanya, di Mapolres Selasa (22/11/2016).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cirebon AKP Joni menyebutkan, keduanya memanfaatkan kekuasaan sebagai perangkat desa.

“Mereka sebagai perangkat desa membebaskan tanah titisara atau tanah aset desa untuk pembangunan jalan tol. Mereka menerima uang pembebasan dari Jasa Marga kemudian menggunakan dana itu untuk kepentingan dirinya sendiri,” ucap Joni.

Di hadapan sejumlah awak media, petugas menunjukan beberapa berkas yang menjadi alat bukti tindak pidana korupsi berupa akta tanah yang sah begitu juga yang fiktif. Petugas juga menunjukan bukti pembayaran yang diterima kedua tersangka, dan lalu tidak diberikan kepada kas desa.

Aksi kejahatan yang merugikan uang negara ratusan juta rupiah itu dilakukan saat keduanya masih aktif menjabat. Tahun 2015 keduanya sudah tidak lagi menjabat, dan kasus mulai terbongkar.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, keduanya terancam pasal 2 jo 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 junto pasal 8 undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X