Kompas.com - 22/11/2016, 09:24 WIB
Sidang kedua praperadilan kasus dugaan penghinaan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, PN Denpasar, Selasa(22/11/2016) KOMPAS.com/SRI LESTARISidang kedua praperadilan kasus dugaan penghinaan Gubernur Bali Made Mangku Pastika, PN Denpasar, Selasa(22/11/2016)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

DENPASAR, KOMPAS.com — Sebanyak 86 pengacara akan mendampingi I Made Sudira alias Aridus Jiro dalam sidang dugaan penghinaan terhadap Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

"Total pengacara yang kami siapkan hingga hari ini 86 orang pengacara. Sementara ini saja, kemungkinan terus akan berkembang," kata Valerian Libert Wangge, juru bicara tim penasihat hukum tersangka, Selasa (22/11/2016), di Denpasar, Bali.

Para pengacara dalam kelompok "Satu Aksi Solidaritas Advokat untuk Kebebasan Berekspresi" itu muncul pada persidangan perdana praperadilan di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (21/11/2016). Mereka menilai tidak tepat status tersangka bagi Sudira.

(Baca Tersangka Penghinaan Gubernur Bali Jalani Sidang Praperadilan)

Hari ini sidang praperadilan yang diajukan oleh Sudira dilanjutkan dengan agenda tanggapan tim hukum Polda Bali atas pengajuan praperadilan oleh Sudira.

Tim hukum dari Polda Bali berjumlah empat orang, yakni I Made Parwata, Putu Jarayuja, I Wayan Sukatra, dan I Wayan Kota.

"Kami siap berikan tanggapan dan memberikan tanggapan tertulis. Jadi, antara komentar secara lisan dengan terlulis biar tidak beda. Silakan diikuti sidang lanjutannya," kata Parwata.

Sudira dilaporkan ke Polda Bali oleh Kepala Biro Humas Pemprov Bali Dewa Gede Mahendra Putra.

Dalam perkembangan kasus itu, Sudira ditetapkan sebagai tersangka atas pencemaran nama baik dan berdasarkan Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kasus ini muncul setelah tersangka menulis pada akun Facebook-nya pada 7 Juli 2016.

(Baca juga Gubernur Bali Laporkan Pemilik Akun Facebook ke Polda Bali)

Status yang dibuat oleh terlapor di akun Facebook-nya terkait tradisi mengambil daun beringin untuk pelengkap ritual Hindu pada upacara keagamaan.

"Pagi ini, setelah acara megobedan atau mesangih, baik di rumah masing-masing pengiring maupun secara massal di Payadnyaan, terkait upacara memukur di Puri Agung Jro Kuta Denpasar, sore ini dilanjutkan dengan upacara Ngangget Don Bingin. Sayang, acara tidak lagi bisa dilaksanakan di tempat biasa seturut tradisi karena pohon beringin bernilai sakral tersebut dipangkas habis daun dan rantingnya, entah alasan apa? Ada yang berasumsi mungkin orang penting yang kini berumah jabatan di sana tidak ingin terusik ketenangannya. Ohh begitukah? Inikah cermin sikap ajeg Bali termutakhir?" bunyi status terlapor.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X