Pengukuran Lahan Bandara Internasional Jabar Mendapat Penolakan Warga

Kompas.com - 17/11/2016, 15:50 WIB
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/10/2016). Ambaranie Nadia K.MKepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (27/10/2016).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Proses pengukuran lahan di Desa Sukamulya, Majalengka, Jawa Barat, yang rencananya akan dijadikan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) mendapat pertentangan dari warga dan aktivis, Kamis (17/11/2016).

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, meski ada pertentangan, proses pengukuran berjalan kondusif.

"Tidak ada bentrokan, cuma riak-riak kecil saja," kata Yusri melalui ponselnya, Kamis siang.

Yusri mengakui bahwa proses pengukuran pada hari Rabu (16/11/2016) kemarin sempat ada gangguan dari warga.


"Saat ini, penggusuran lahan berjalan masih kondusif," bebernya.

Baca juga: 2.000 Polisi Amankan Pengukuran Tanah Bandara Internasional Jabar

Dalam rangka mengawal pengukuran lahan BIJB ini, Polda Jawa Barat menerjukan ribuan personel yang dibantu TNI dan Satpol PP.

"Kurang lebih 2.000 personel dari Polda Jabar, Polres Majalengka, TNI serta Satpol PP diturunkan guna pengamanan pengukuran lahan ini," sambungnya.

Menurut Yusri, proses pengukuran lahan tersebut akan menentukan besaran uang penggantian untuk warga yang lahannya bakal digunakan untuk pembangunan BIJB.

"Oleh Pemprov Jawa Barat langsung dibayarkan setelah pengukuran lahan selesai. Semuanya sudah ada kesepakatan," ungkapnya.

Yusri mengatakan, sebagian besar warga Sukamulya sudah setuju lahannya dibeli. Sementara warga yang menolak kebanyakan termakan oleh provokasi oknum yang menyatakan bahwa lahan tersebut diambil paksa.

"Ada oknum provokator yang mengembuskan isu bahwa lahan tersebut diambil paksa. Padahal tidak. Pemerintah akan membayar lahan warga sesuai kesepakatan," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Macan Tutul Mati di Pati Diduga Akibat Pertarungan Berebut Teritori

Regional
Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Mengintip Strategi Milenial Membeli Rumah di Era Digital

Regional
Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Detik-detik Banjir Bandang Sapu Siswa Peserta Susur Sungai di Sleman

Regional
Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Warga kepada Jokowi: Kalau Sudah Dapat SK, Kenapa Alat Berat Masih Ada di Lahan Kami?

Regional
Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Kisah Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai, Bakir Lempar Akar dan Danu Lompat ke Sungai

Regional
Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Pakar: Susur Sungai Tidak untuk Anak dan Remaja, Apalagi Musim Hujan

Regional
Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Suami Istri Sekap Siswi SMP dan Paksa Threesome, Dipaksa Suntik KB hingga Janji Beri Rp 5 Juta

Regional
Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Saat Tiga Kurir Ganja 231 Kg Tertunduk Dengar Tuntutan Hukuman Mati..

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

[POPULER NUSANTARA] Pengakuan Napi Teroris Tolak Dibaiat ISIS | Susur Sungai, Siswa SMPN di Sleman Terseret Arus

Regional
'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X