Guru Ini Cabuli 8 Siswinya hingga 20 Kali

Kompas.com - 16/11/2016, 18:14 WIB
Tersangka pencabulan Samsul Hadi (tengah), bersama dengan Kasatreskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo (kiri) di Polres Gresik, Rabu (16/11/2016). Kontributor Gresik, Hamzah ArfahTersangka pencabulan Samsul Hadi (tengah), bersama dengan Kasatreskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo (kiri) di Polres Gresik, Rabu (16/11/2016).
|
EditorFarid Assifa

GRESIK, KOMPAS.com – Samsul Huda (40), guru asal Desa Sembung, Kecamatan Wringinanom, Gresik, Jawa Timur, yang dilaporkan kepada pihak kepolisian atas kasus pencabulan terhadap siswinya diduga telah mencabuli korbannya hingga 20 kali.

Kasatreskrim Polres Gresik AKP Heru Dwi Purnomo menjelaskan, tersangka menjalani serangkaian pemeriksaan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Modus yang digunakan tersangka adalah dengan cara mengiming-imingi para korban kunci jawaban soal ujian dan uang.

“Ada delapan orang yang telah menjadi korban. Tujuh orang sudah kami mintai keterangan sebagai saksi, dan satu lagi belum bersedia. Dari tujuh korban yang bersedia memberikan keterangannya, ada yang mengaku pernah disetubuhi tersangka hingga 20 kali,” ungkap Heru, Rabu (16/11/2016).

Baca juga: Siswi MI Dicabuli Guru dengan Iming-iming Kunci Jawaban Ujian

Semua kejadian tersebut dilakukan tersangka di rumahnya. Jika calon korban datang ke rumahnya bersama seorang teman, maka teman korban tersebut disuruh oleh tersangka untuk membeli sesuatu ke warung.

“Baru saat teman si korban keluar rumah untuk membelikan sesuatu itulah tersangka kemudian melancarkan aksi bejat itu kepada para korbannya. Dan, dari korban yang sudah kami mintai keterangan, rata-rata masih berusia 14 tahun,” jelasnya.

Dalam pengakuannya saat pemeriksaan berlangsung, tersangka memang mengakui semua perbuatannya lantaran khilaf. Tersangka sendiri telah memiliki istri namun belum dikaruniai anak.

“Jadi mungkin faktor itu juga (mandul, red) yang membuat para korban, termasuk yang disetubuhi sampai 20 kali tersebut, tidak hamil. Dan, itu sudah kami tes bersama dengan tim dokkes dari Polda Jawa Timur, dan memang tidak ada korban yang hamil,” papar Heru.

Untuk keperluan proses hukum selanjutnya, kini tersangka sudah siap dibawa menuju rumah tahanan (rutan). Pelimpahan berkasnya pun sudah dikatakan telah dikirim ke Kejaksaan Negeri Gresik untuk selanjutnya disidangkan.

“Atas perbuatan yang dilakukan, tersangka terancam hukuman penjara 15 tahun, sesuai dengan Pasal 81 dan 82 Undang-undang perlindungan anak,” pungkasnya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Regional
Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Regional
Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Regional
Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Regional
Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Regional
BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X