Simpan Sabu di Gagang Koper, Seorang TKI Ditangkap di Bandara Juanda

Kompas.com - 16/11/2016, 16:53 WIB
Kontributor Surabaya, Achmad Faizal TKI asal Jember selundupkan sabu melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

SURABAYA, KOMPAS.com - NR (27), tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jember, Jawa Timur, ditangkap di Bandara Internasional Juanda Surabaya pekan lalu.

Dia menyimpan sabu sabu seberat 930 gram di gagang koper yang dibawanya dari Malaysia.

Tersangka ditangkap seusai mendarat di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Surabaya pada Minggu (6/11/2016) pukul 18.00 WIB.

Dia berangkat dari Kuala Lumpur, Malaysia dengan menumpang pesawat AirAsia XT-322. 


"Berdasarkan pemeriksaan x-ray, ada sesuatu yang mencurigakan di gagang tas tiga koper yang dibawanya, setelah diperiksa ternyata narkoba," terang kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Pabean Juanda, Mulyono, Rabu (16/11/2016).

NR diketahui seorang WNI asal Dusun Jatian, Kelurahan Pondok Dalem, Kabupaten Jember, yang bekerja sebagai pelayan restoran di Malaysia.

"Pelaku mengaku hanya dititipi koper oleh seseorang. Setelah sampai di Surabaya, dia dijanjikan mendapat imbalan 10 juta," jelas Mulyono.

Pihaknya menyerahkan proses hukum selanjutnya atas pelaku kepada Direktorat Narkoba Polda Jatim. Pelaku dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 113 ayat (1) dan (2) Undang-undang Nomor 35/2009 tentang Narkotika, serta Pasal 102 Undang-undang Kepabeanan Nomor 17/2006.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorFarid Assifa
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X