Kompas.com - 16/11/2016, 13:53 WIB
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Kamran Malik atau Philip Russel (56), seorang warga negara Amerika, divonis hukuman seumur hidup karena dinilai terlibat dalam permufakatan jahat terkait impor narkotika dari Guangzhou, China.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karenanya dengan pidana penjara seumur hidup," kata ketua majelis hakim Noor Ali membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Semarang, Rabu (16/11/2016).

Hakim membuktikan keterlibatan terdakwa dalam perkara sabu ini. Russel terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan permufakatan jahat impor sabu bukan tanaman lebih dari 5 gram. Russel terbukti telah berkomunikasi dengan Muhammad Riaz atau Mr Khan sejak 2015.

Mr Khan sendiri telah ditangkap dan divonis mati karena menjadi otak sindikat sabu jaringan Pakistan. Komunikasi dengan Mr Khan terlaksana berkat perintah dari Mike. Ia diminta Mike menyetorkan uang ke Mr Khan. Dia juga menerima SMS langsung dari Mr Khan.

"Terdakwa mengirim SMS kepada Mr Khan menawarkan pengiriman uang bentuk dollar atau rupiah. Lalu mengirim uang melalui Faiq Akhtar sebanyak 1.950 dollar AS," ujar Noor Ali.

Di Indonesia, Russel bekerja di PT HAKA yang bergerak pada bidang usaha jasa pengiriman uang. Dia terbukti melanggar pasal 113 ayat 2 UU Narkotika.

"Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, merusak generasi bangsa, perbuatan terorganisir dan terdakwa tidak terus terang," ujar hakim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hal meringankan terdakwa bukan sebagai otak kejahatan, terdakwa orang yang disuruh mengurusi keuangan," tambahnya.

Terdakwa berniat mengajukan banding. Russel tidak sepakat dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

"Terdakwa tidak sepakat dan banding dalam putusan ini," ujar kuasa hukumnya, Fredi.

Sementara itu, jaksa menempuh upaya hukum pikir-pikir. Kasus penyeludupan narkoba melalui Jepara akhirnya diputus tuntas, Rabu (16/11/2016).

Selain Russel, ada tujuh terdakwa lain yang diputus bersalah. Otak jaringan Mr Khan divonis mati, dan Faiq Akhtar divonis seumur hidup. Sementara itu, lima WNI dihukum masing-masing vonis seumur hidup, 20 tahun, 18 tahun dan 15 tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.