Kompas.com - 15/11/2016, 09:59 WIB
Warga negara Pakistan Muhammad Riaz atau Mr Khan dihukum mati karena terbukti impor narkotika seberat 97 kg di dalam mesin genset yang diselundupkan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (14/11/2016). KOMPAS.com/Nazar NurdinWarga negara Pakistan Muhammad Riaz atau Mr Khan dihukum mati karena terbukti impor narkotika seberat 97 kg di dalam mesin genset yang diselundupkan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (14/11/2016).
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com - Muhammad Riaz atau Mr Khan mengajukan banding atas vonis mati yang dijatuhkan majelis hakim pada Pengadilan Negeri Semarang, Senin (14/11/2016).

"Kami banding, kami rasa putusan mati jauh dari rasa keadilan," kata kuasa hukum Mr Khan, Yuda Bima Putra saat dihubungi, Selasa (15/11/2016).

Mr Khan divonis mati karena terbukti melakukan permufakatan jahat dalam impor sabu dari China seberat 97 kilogram yang dimasukkan ke dalam mesin genset.

Hakim menilai bahwa Mr Khan terbukti sebagai seorang yang berperan mengatur semua transaksi keuangan, kepengurusan dokumen impor, pembayaran hingga persiapan gudang penampungan.

Hakim juga menilai sosok misterius Joe Alexander yang menjadi sosok sentral adalah Mr Khan itu sendiri. Hal itu dibuktikan dengan sejumlah e-mail yang ditemukan dari ponsel yang disita petugas Badan Narkotika Nasional.

(Baca juga: Kasus Penyelundupan 97 Kg Sabu, Warga Pakistan Divonis Mati)

Namun, menurut Yuda, kliennya bukan sebagai sosok Joe Alexander yang dimaksud. Kliennya tidak tahu menahu siapa sosok misterius yang disebutkan dalam surat dakwaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, saksi ahli yang didatangkan Mr Khan di persidangan juga tidak pernah menyebut temuan e-mail sebagai barang bukti uang bisa dipergunakan.

"Klien kami bukan Joe Alexander. Paspor terdakwa tidak ditemukan catatan perjalanan di China," ujar Yuda.

"Dalam e-mail juga tidak ditemukan percakapan," tambah dia.

Namun demikian, hakim tetap mengesampingkan seluruh pembelaan terdakwa. Mr Khan terbukti melanggar pasal 113 ayat 2 Undang-undang Narkotika.

Sementara itu, tim jaksa menerima putusan kasus ini. Namun demikian, lantaran terdakwa mengajukan banding, pihak kejaksaan akan juga melawan dengan memori banding. Hari ini, tujuh terdakwa lain dalam jaringan sabu internasional Pakistan ini akan mendengarkan putusan.

Sebelumnya, ketujuh terdakwa lainnya dituntut berbeda, dari hukuman mati, seumur hidup dan 18 tahun penjara. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.