Pemilik Gudeg Legendaris di Yogyakarta "Yu Djum" Tutup Usia

Kompas.com - 15/11/2016, 00:09 WIB
Gudeg Yu Djum di Jalan Wijilan, Yogyakarta yang buka sejak 1950-an. KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMANGudeg Yu Djum di Jalan Wijilan, Yogyakarta yang buka sejak 1950-an.
|
EditorTri Wahono

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik Gudeg Legendaris di Yogyakarta, Djuhariah (85) atau dikenal Yu Djum tutup usia pada Senin (14/11/2016) sekitar pukul 18.10 WIB.

Yu Djum sempat dirawat selama tiga hari di Rumah Sakit (RS) Bethesda Yogyakarta.

"Sudah Tiga hari dirawat di RS Bethesda, karena kondisinya drop," ujar Tri Widodo, menantu Djuhariah, Senin (14/11/2016).

Tri menuturkan ibu mertuanya sudah lama sakit dan karena faktor usia. Bahkan sudah beberapa kali masuk kerumah sakit.

"Saat opname sudah ditangani oleh dua dokter," tegasnya.

Pada Senin (14/11/2016) pukul 17.00 WIB, lanjutnya, Ibu mertuanya mengalami kritis. "Sudah dipacu dengan alat bantu juga," ucapnya.

Saat ini, jenazah Yu Djum disemayamkan di rumah duka Jalan Kaliurang KM 4,5.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di TPU Karangmalang pada Selasa.

Ucapan belasungkawa atas meninggalnya pemilik Gudeg Yu Djum ini mengalir di media sosial. Bahkan menjadi trending topik di media sosial Twitter.

Salah satu ucapan bela sungkawa diucapkan oleh akun Twitter @PakBondan, presenter kuliner Bondan Winarno.

Di dalam kicauannya, Bondan Winarno menulis, "Malam ini saya tersentak mendengar berita tentang wafatnya seorang streetfood warrior kita: Ibu Djuariah (Gudeg Yu Djum). Semoga Khusnul Khotimah."



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X