Kompas.com - 10/11/2016, 17:31 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani


PURWAKARTA, KOMPAS.com
– Orang Sunda punya istilah tersendiri untuk menggambarkan suatu wilayah yang punya fasilitas berharga tetapi warga di sekitarnya malah tak bisa menikmati manfaatnya. “Kahieuman bangkong”, bunyi istilah itu. 

Selama lebih dari 50 tahun, istilah tersebut boleh jadi tepat dikenakan untuk menggambarkan kondisi warga yang tinggal di sekitar Waduk atau Danau Ir H Djuanda di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

“Ironi. Wilayah penghasil listrik kok masyarakat sekitarnya tidak teraliri listrik," Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Senin (7/11/2016).

Berdiri pada 1957, Waduk Jatiluhur menjadi sumber air bersih bagi banyak daerah, tak hanya Purwakarta, bahkan mayoritas mengalir ke DKI Jakarta.

Dari waduk yang sama, listrik pun dihasilkan. Tak lagi cuma sampai Jakarta, listrik dari Waduk Jatiluhur memasok hampir seluruh Pulau Jawa dan Bali. Rata-rata produksi tahunannya mencapai 187 mega Watt.

Belum lagi, aliran air dari waduk tersebut merupakan sumber irigasi bagi lahan persawahan mulai dari Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, hingga Bekasi. Daerah-daerah itu adalah lumbung padi nasional.

Namun, selama puluhan tahun, warga di sekitarnya seperti di Kecamatan Jatiluhur serta di sebagian Kecamatan Sukasari dan Tegalwaru, masih gelap gulita pada malam hari.

Pasokan listrik dari waduk, tak menjamah kawasan-kawasan ini. Sudah begitu, sebagian warga ketiga kecamatan tersebut bahkan masih kesulitan mendapat sumber air bersih.
 
“Bepergian pun (warga) harus menggunakan perahu (menyeberangi waduk) karena akses jalan tertutup hutan belantara,” imbuh Dedi.

Tak menyerah pada keadaan

KOMPAS.com/RENI SUSANTI Jalan Lingkar Barat Purwakarta yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Karawang dan Cianjur. Gambar diambil pada Senin (7/11/2016)
Melihat situasi tersebut, Dedi sebagai pemimpin wilayah tak mau begitu saja menyerah. Anggaran yang terbatas tak dia jadikan alasan untuk tak membuat langkah atas situasi itu.

Menggandeng warga dan TNI, Pemerintah Kabupaten Purwakarta membelah hutan. Mereka bergiliran bergotong royong, membersihkan lahan, membawa batu, dan kebutuhan lain, demi kehadiran Jalan Lingkar Barat Purwakarta.

Kolaborasi tersebut menjadi pilihan mengingat APBD Purwakarta relatif kecil. Tanpa dukungan warga, jalan yang menghubungkan Purwakarta dengan Karawang dan Cianjur ini akan lebih lama lagi bisa terwujud. 

Untuk jalan ini, warga bahkan rela mendapatkan ganti rugi setelah proyek hampir selesai. “Dana pembebasan lahan sudah selesai, tinggal menunggu pembangunan jalan selesai,” papar Dedi.

Kini, sebagian besar jalan beton tersebut sudah jadi. Warga dengan mudah mengaksesnya.

Namun persoalan listrik masih jadi tantangan. Dedi pun mengaku sudah menyurati PLN Distribusi Jawa Barat dan Banten (DJBB), meminta kelonggaran aturan untuk pemasangan listrik 4.600 warga di sekitar PLTA Jatiluhur dan Cirata.

“Kami dorong PLN untuk mempermudah aturan, karena warga sudah berkorban banyak untuk PLTA, untuk listrik di Jawa-Bali,” kata Dedi.

Surat tersebut menurut Dedi mendapat tanggapan positif. Bahkan, kata dia, PLN tidak hanya memberikan pasokan 900 Watt per rumah, tetapi 1.300 Watt.

Dengan terpasangnya listrik di 4.600 rumah warga di sekitar waduk, tingkat elektrifikasi di Purwakarta bisa mencapai 100 persen pada 2016.

KOMPAS.com/RENI SUSANTI Sejumlah anak-anak dalam balutan seragam sekolah melintas JJalan Lingkar Barat Purwakarta yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Karawang dan Cianjur. Gambar diambil pada Senin (7/11/2016)

Adapun soal air bersih, Dedi mengaku terus berupaya bekerja sama dengan berbagai pihak. Kerja sama diharapkan datang dari sisi teknologi untuk menarik air hingga pelestarian lingkungan di sekitar waduk. 
 
Menjaga Jatiluhur

Keberadaan Waduk Jatiluhur sudah berskala nasional. Menjaga waduk ini tak dimungkiri akan lebih banyak bermanfaat bagi orang di luar Purwakarta. Namun, Dedi memastikan pemerintahannya punya komitmen untuk ikut menjaga kondisi Waduk Jatiluhur. 

Salah satu upaya yang dilakukan untuk itu, ungkap Dedi, adalah program penertiban jaring karamba apung (KJA) Jatiluhur.

“Saat ini ada 23.000 KJA, idealnya 4.000. Kami akan tertibkan,” ungkapnya.

Keberadaan KJA yang berlebihan, papar Dedi, akan berdampak pada laju sedimentasi waduk dan kualitas air waduk.

“Air jadi asam dan itu itu akan mempengaruhi pembangkit. Tingkat korosivitas tinggi,” sebut dia.

KOMPAS/WAWAN H PRABOWO Atlet pelatnas kano-kayak Indonesia untuk SEA Games Singapura 2015 berlatih di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (4/3/2015).

Lagi pula, kata Dedi, pariwisata juga bakal hidup kembali seperti pada satu masa dulu. Menurut dia, dulu orang berwisata ke Purwakarta ya pasti ke waduk ini.

“Tempat penginapan, tempat wisatanya akan diperbaiki dan ditata kembali,” terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya pun berupaya agar pengelola Jatiluhur, PT Jasatirta II, bisa menjual listriknya langsung ke industri di Purwakarta. Dengan cara itu, harap dia, ongkos produksi industri di Purwakarta bisa ditekan karena biaya listriknya jauh berkurang.


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Hadiri Resepsi Puncak Seabad NU di Sidoarjo, Ganjar Tarik Perhatian Ribuan Nahdliyin

Regional
Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Satu Abad NU, Ganjar: NU Punya Banyak Pengalaman dan Kontribusi bagi Pembangunan Bangsa

Regional
Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Bone Bolango Jadi Kabupaten Panutan, Hamim Pou: Kami di Sini Serba Efisien

Regional
Rahasia Satu Abad NU

Rahasia Satu Abad NU

Regional
Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
komentar di artikel lainnya
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.