Tugu Tadulako Diresmikan dan Foto Mendiang Suami Dipajang, Istri Kolonel Saiful Terisak - Kompas.com

Tugu Tadulako Diresmikan dan Foto Mendiang Suami Dipajang, Istri Kolonel Saiful Terisak

Kompas.com - 10/11/2016, 12:44 WIB
Kontributor Poso Kompas TV, Mansur Foto Suasana pelksanaan Gladi Bersih dilokasi jatuhnya Heli TNI pada Rabu (9/11/2016)

POSO KOMPAS.com - Suasana isak tangis mewarnai peresmian dan sekaligus tabur bunga di lokasi Tugu Tadulako setelah pelaksanaan upacara Hari Pahlawan, Kamis (10/11/2016). Fitriana Syah, istri Almarhum Kolonel Infanteri Saiful Anwar, tak mampu menahan tangis ketika melihat foto suaminya dipasang di tugu tersebut.

Saiful Anwar adalah mantan Danrem 132 Tadulako Pal yang turut gugur dalam operasi pengejaran kelompok teroris pimpinan Santoso dengan sandi Operasi Tinombala 2016 di Poso, Maret 2016.

Selain Fitriana, sejumlah anggota keluarga para anggota TNI yang gugur juga hadir dalam upacara dan peresmian tugu tersebut.

Tugu Monumen Tadulako yang berada di tengah perkebunan warga diresmikan telah rampung dibangun sejak Oktober 2016. Monumen setinggi 4 meter dan lebar 3 meter tersebut dilengkapi dengan foto 13 anggota personel TNI yang gugur.

Berbeda dengan upacara peringatan Hari Pahlawan pada tahun sebelumnya, upacara pada tahun 2016 di Poso memang digelar di lokasi jatuhnya heli milik TNI di Dusun Petiro Bajo, Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir.

Lokasi tersebut ditunjuk oleh Pemerintah Daerah (Pemda) bersama pihak TNI untuk mengenang jasa 13 personel TNI yang gugur tersebut.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu yang bertindak sebagai inspektur upacara mengatakan, momen pelaksanaan Hari Pahlawan ke-71 ini diharapkan mampu membangkitkan semangat kepahlawanan.

"Hari ini, kita menggelar upacara Hari Pahlawan di lokasi yang berbeda. Ini adalah bentuk penghargaan kita sebagai warga Poso kepada 13 orang prajurit terbaik yang telah gugur demi untuk Poso, sekaligus meresmikan Tugu Tadulako Operasi Tinombala 2016," ujar Darmin.

Sementara itu, Danrem 132 Tadulako Palu, Kolonel Infanteri Muhammad Saleh Mustafa, mengapresiasi Pemda Poso karena telah membangun Tugu Tadulako.

Menurut dia, nama Tadulako dipilih oleh pemerintah bersama TNI sebagai simbol dan kepedulian seluruh warga poso kepada para personel TNI yang gugur saat melaksanakan tugas.

"Ini adalah sebuah penghargaan yang cukup besar dari Pemda Poso bersama warganya. Dengan keberadaan monumen tersebut, kita akan terus mengingat sejarah serta pengorbanan besar yang telah dilakukan oleh 13 prajurit TNI yang telah gugur," ungkap Saleh.

(Baca juga: Upacara Hari Pahlawan di Poso Digelar di Lokasi Jatuhnya Heli TNI)


EditorCaroline Damanik

Close Ads X