Gusdurian Kecewa Gus Dur Tak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional - Kompas.com

Gusdurian Kecewa Gus Dur Tak Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Kompas.com - 09/11/2016, 12:16 WIB
TRIBUNNEWS / HERUDIN Istri presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid (berkursi roda) bersama sejumlah tokoh seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menko Kemaritiman Rizal Ramli, politisi partai Golkar Akbar Tanjung, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, menghadiri haul ke-6 Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (26/12/2015).

GRESIK, KOMPAS.com — Bertepatan dengan Hari Pahlawan yang bakal diperingati pada tanggal 10 November 2016 besok, pemerintah sudah bersiap menetapkan tokoh yang dianggap layak mendapat penghargaan sebagai pahlawan nasional.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat mengungkapkan bahwa akan ada satu orang yang bakal ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tetapi bukan mantan presiden RI, Soeharto ataupun Abdurrahman Wahid ( Gus Dur).

“Terus terang, kami sangat menyayangkan keputusan pemerintah yang tidak memberikan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur. Bagi kami, jasa Gus Dur itu sudah cukup banyak kepada bangsa dan negara ini,” kata salah seorang Gusdurian (penggemar Gus Dur) Gresik, Krisaji AW, Rabu (9/11/2016).

Baca juga: Mensos Sebut Satu Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini, Siapa?

Menurut Krisaji, harusnya Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) cukup layak mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional, lantaran dianggap berhasil mempererat hubungan antar-masyarakat di Indonesia yang memiliki banyak agama dan kepercayaan sehingga hidup rukun berdampingan.

“Dengan konsep pluralisme yang diusung, Gus Dur mampu merangkul semua elemen masyarakat dari berbagai unsur, baik yang seagama maupun berbeda agama, untuk hidup rukun berdampingan. Sosok seperti inilah yang kami rindukan saat ini, ketika perpecahan atas nama agama sudah tampak di pelupuk mata,” kata pria yang sehari-hari adalah guru dan budayawan ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Gusdurian Gresik yang lain, Ahmad Misbahul Munir. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik ini menyayangkan keputusan pemerintah yang tidak menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan besok.

“Kalau dunia saja bersedia memberi sejumlah gelar terhadap Gus Dur, kan sangat ironis bila negara sendiri tidak juga memberi gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur, yang terkenal dengan pluralisme-nya,” kata Munir.

Para Gus Durian yang ada di Gresik berharap, pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo dapat segera melakukan koreksi terhadap keputusan yang sudah ditandatanganinya pada Jumat (4/11/2016) lalu. Dengan harapan, sosok Gus Dur dapat ditetapkan sebagai sosok pahlawan nasional.

“Sepak terjang Gus Dur saya kira dapat dijadikan contoh sebagai pengetahuan kepada anak negeri bahwa pentingnya hidup damai dalam keberagaman,” ujarnya.

Meski hanya menyebut bakal ada satu sosok yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional dalam perayaan Hari Pahlawan besok, Khofifah belum membeberkan secara rinci siapa sosok yang bakal ditetapkan sebagai pahlawan nasional tersebut.

Sementara itu, pada tahun lalu, ada lima tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, yakni Bernard Wilhem Lapian, Mas Isman, Komisaris Jenderal Moehammad Jasin, I Gusti Ngurah Made Agung, dan Ki Bagus Hadikusumo.


EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya


Close Ads X