Kompas.com - 09/11/2016, 12:16 WIB
|
EditorFarid Assifa

GRESIK, KOMPAS.com — Bertepatan dengan Hari Pahlawan yang bakal diperingati pada tanggal 10 November 2016 besok, pemerintah sudah bersiap menetapkan tokoh yang dianggap layak mendapat penghargaan sebagai pahlawan nasional.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa sempat mengungkapkan bahwa akan ada satu orang yang bakal ditetapkan sebagai pahlawan nasional, tetapi bukan mantan presiden RI, Soeharto ataupun Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Terus terang, kami sangat menyayangkan keputusan pemerintah yang tidak memberikan gelar pahlawan nasional kepada Gus Dur. Bagi kami, jasa Gus Dur itu sudah cukup banyak kepada bangsa dan negara ini,” kata salah seorang Gusdurian (penggemar Gus Dur) Gresik, Krisaji AW, Rabu (9/11/2016).

Baca juga: Mensos Sebut Satu Tokoh Diberi Gelar Pahlawan Nasional Tahun Ini, Siapa?

Menurut Krisaji, harusnya Gus Dur yang pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) cukup layak mendapatkan gelar sebagai pahlawan nasional, lantaran dianggap berhasil mempererat hubungan antar-masyarakat di Indonesia yang memiliki banyak agama dan kepercayaan sehingga hidup rukun berdampingan.

“Dengan konsep pluralisme yang diusung, Gus Dur mampu merangkul semua elemen masyarakat dari berbagai unsur, baik yang seagama maupun berbeda agama, untuk hidup rukun berdampingan. Sosok seperti inilah yang kami rindukan saat ini, ketika perpecahan atas nama agama sudah tampak di pelupuk mata,” kata pria yang sehari-hari adalah guru dan budayawan ini.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Gusdurian Gresik yang lain, Ahmad Misbahul Munir. Pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gresik ini menyayangkan keputusan pemerintah yang tidak menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional pada peringatan Hari Pahlawan besok.

“Kalau dunia saja bersedia memberi sejumlah gelar terhadap Gus Dur, kan sangat ironis bila negara sendiri tidak juga memberi gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur, yang terkenal dengan pluralisme-nya,” kata Munir.

Para Gus Durian yang ada di Gresik berharap, pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo dapat segera melakukan koreksi terhadap keputusan yang sudah ditandatanganinya pada Jumat (4/11/2016) lalu. Dengan harapan, sosok Gus Dur dapat ditetapkan sebagai sosok pahlawan nasional.

“Sepak terjang Gus Dur saya kira dapat dijadikan contoh sebagai pengetahuan kepada anak negeri bahwa pentingnya hidup damai dalam keberagaman,” ujarnya.

Meski hanya menyebut bakal ada satu sosok yang akan ditetapkan sebagai pahlawan nasional dalam perayaan Hari Pahlawan besok, Khofifah belum membeberkan secara rinci siapa sosok yang bakal ditetapkan sebagai pahlawan nasional tersebut.

Sementara itu, pada tahun lalu, ada lima tokoh yang dianugerahi gelar pahlawan nasional, yakni Bernard Wilhem Lapian, Mas Isman, Komisaris Jenderal Moehammad Jasin, I Gusti Ngurah Made Agung, dan Ki Bagus Hadikusumo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.