Mr Khan: Saya ke Indonesia untuk Investasi, Bukan untuk Dihukum Mati

Kompas.com - 08/11/2016, 16:53 WIB
Terdakwa Mr Khan dituntut mati atas kasus penyeludupan narkotika. Ia menolak tuduhan itu, berdalih datang ke Indonesia untuk investasi, bukan untuk dihukum mati, Selasa (8/11/2016) Kontributor Semarang, Nazar NurdinTerdakwa Mr Khan dituntut mati atas kasus penyeludupan narkotika. Ia menolak tuduhan itu, berdalih datang ke Indonesia untuk investasi, bukan untuk dihukum mati, Selasa (8/11/2016)
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Muhammad Riaz atau Mr Khan, terdakwa yang dituntut mati karena kasus penyeludupan sabu 97 kilogram menolak semua tuduhan yang ditimpakan kepadanya. Warga negara Pakistan itu menyebutkan, kedatangannya ke Indonesia adalah untuk berdagang, bukan untuk mengedarkan narkotika.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam nota pembelaan yang diajukan dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Selaaa (8/11/2016). Mr Khan mengaku datang untuk mengeksplorasi pasar di Indonesia.

"Saya investasi untuk orang Indonesia, malah di Indonesia dijadikan kriminal. Saya mohon agar mempertimbangkan hukuman," katanya.

Riaz bersikukuh bahwa dirinya bukan penjahat seperti halnya tuduhan jaksa penuntut umum. Dia mengaku sebagai pengusaha mebel di Pakistan, bahkan pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden Pakistan atas usaha bisnis furniturnya.

"Saya bukan seorang penjahat. Uang bukan milik sendiri, saya punya keluarga besar, punya anak, saya ingin memperhatikan kehidupan mereka," ucapnya.

"Saya dilahirkan dan dibesarkan di Pakistan, menjadi pengusaha furnitur. Saya memperoleh penghargaan furnitur dari Presiden. Mana mungkin seorang pengusaha melakukan kriminal," tambahnya.

Riaz mengatakan, dirinya khawatir anak-anaknya menjadi pribadi yang tak terurus, bila dia dihukum mati. Anaknya, kata dia, berhak untuk merasakan hidup layak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau tidak, nanti bisa jadi kriminal, teroris, pembunuh. Tapi kalah tumbuh dalam asuhan orang tua, akan menjadi seorang lebih baik di masa depan," ujarnya.

"Contohnya Barack Obama yang menjadi Presiden Amerika. Siapa menyangka jika anak menjadi Presiden. Siapa juga seorang yang menyangka seorang bisnisman menjadi Jokowi. Siapa tahu anak tumbuh dalam asuhan orang tua menjadi dokter baik, pengacara baik," tambah dia.

Mr Khan sendiri diduga bagian dari sindikat jaringan sabu internasional asal Pakistan. Ia sebelumnya dituntut pidana mati karena diduga sebagai otak jaringan yang mengatur pengiriman sabu seberat 97 kg melalui mesin genset dari China ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Dia merencanakan transaksi narkotika di Restoran Al-Jazera di Jakarta. Di tempat itu, dia bertemu dengan para terdakwa lainnya.

Jaksa lalu mengendus pertemuan itu sebagai bagian pengiriman sabu. Sejumlah bukti dan saksi lain yang diperiksa di persidangan juga mengarahkan peran pelaku.

Jaksa Ajeng berkesimpulan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti mengimpor sabu bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram sebagaimana dakwaan pasal 113 ayat 2 junto pasal 132 UU Narkotika. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.