Kompas.com - 08/11/2016, 16:44 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

PONOROGO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Ponorogo membuat peraturan daerah yang melarang warganya mengajukan gugatan cerai selama bekerja menjadi tenaga kerja wanita atau tenaga kerja pria di luar negeri.

"Rancangan perda yang melarang TKW atau TKI mengajukan cerai di pengadilan sudah dibahas di DPRD Ponorogo. Bahkan rancangan perda itu sudah kami konsultasikan ke Pemprop Jawa Timur. Tinggal kami menunggu jawaban apakah disetujui atau ditolak," kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ponorogo, Sumani kepada Kompas.com, Selasa ( 8/11/2016).

Ia mengatakan, perda itu dibuat karena banyak kasus perceraian yang didominasi para TKW dan TKI. Padahal kepergian para TKW dan TKI keluar negeri untuk mendapatkan kesejahteraan.

Menurut Sumani, banyak TKW dan TKI yang mengajukan perceraian setelah berulang kali bekerja di luar negeri. Untuk itulah perda itu dibuat guna mencegah para TKW dan TKI yang sementara terikat kontrak kerja di luar negeri tidak diperbolehkan mengajukan cerai di pengadilan.

Ia mengatakan jumlah TKI asal Ponorogo yang bekerja di luar negeri paling tinggi di Jawa Timur. Jumlah TKI asal Ponorogo yang bekerja di luar negeri per Januari hingga akhir September terdata sebanyak 3.662 orang.

Rinciannya, 17 orang bekerja di Brunai Darussalam, 975 orang di Hongkong, 182 di Malaysia, 154 di Singapura, dan 2.334 di Taiwan.

Pihaknya mengkhawatirkan, bila tidak ada peraturan yang melarang mengajukan cerai saat bekerja di luar negeri akan makin tinggi tiap tahunnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Humas Pengadilan Agama Ponorogo, Abdullah Shofwandi kepada Kompas.com mengatakan, dari 2000-an kasus perceraian yang ditangani, empat puluhan persen penggugatnya berlatarbelakang profesi tenaga kerja wanita luar negeri. Para TKW menggugat cerai suaminya lantaran berbagai motif.

"Bahkan kasus perceraian yang berlatar belakang profesi tenaga kerja luar negeri, Ponorogo menduduki rangking ketiga se-Indonesia," kata Abdullah.

Ia menyebutkan, motif ekonomi banyak menjadi alasan lantaran saat pulang kebanyakan TKW sudah memiliki banyak tabungan dan hidup dengan gaya hidup di perkotaan. Sementara saat pulang ke kampung halaman, TKW melihat kondisi suaminya bekerja ala kadarnya.

Kondisi itu menjadikan para TKW merasa memiliki penghasilannya jauh lebih tinggi ketimbang suaminya.

Motif kedua adalah perselingkuhan yang melanda suami ataupun TKW itu sendiri. Biasanya, para TKW menggugat cerai suaminya lantaran saat pulang ke kampung halaman mereka mendapati pasangannya itu sudah menggandeng wanita lain. 



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.