Lanud Wirabasa Purbalingga Resmi Jadi Lanud Jenderal Besar Soedirman

Kompas.com - 07/11/2016, 22:32 WIB
Pameran pesawat aeromodeling di Lanud Wirasaba, Purbalingga, dalam rangka HUT TNI AU, Selasa (9/4/2013). Kompas/Gregorius Magnus FinessoPameran pesawat aeromodeling di Lanud Wirasaba, Purbalingga, dalam rangka HUT TNI AU, Selasa (9/4/2013).
EditorErlangga Djumena

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Pangkalan TNI AU Wirasaba, di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, secara resmi berganti nama menjadi Pangkalan Udara TNI AU Jenderal Besar Soedirman. Panglima Besar Jenderal Soedirman terlahir di Purbalingga, pada 24 Januari 1916.

Peresmian nama baru itu dilakukan Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I TNI AU, Marsekal Muda Yuyu Sutisna, di Pangkalan Udara TNI Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Senin (7/11/2016). 

Turut hadir Komandan Pangkalan Udara TNI AU Jenderal Soedirman, Letnan Kolonel Penerbang Suparjo, Bupati Purbalingga, Tasdi, Wakil Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat.
 
Perwakilan keluarga besar Panglima Besar Jenderal Soedirman, Bugiakso, memberikan apresiasi atas usulan nama dari Tasdi dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, sehingga nama pahlawan nasional yang berperan penting dalam Palagan Ambarawa pada 12-15 Desember 1945 itu dijadikan nama pangkalan udara TNI AU. 

Bugiakso membenarkan pihak keluarga menerima dan menyetujui nama Panglima Besar Jenderal Soedirman dipakai menjadi nama pangkalan udara TNI AU itu.


Pada kesempatan itu, Sutisna mengatakan, Komando Operasi Udara I TNI AU memiliki wilayah kerja di kawasan barat Indonesia dengan 19 pangkalan udara, dan tujuh di antaranya masih menggunakan nama tempat. 
 
Sejak beberapa tahun lalu, nama-nama tokoh dan pahlawan nasional dijadikan nama pangkalan udara TNI AU menggantikan nama tempat. Misalnya Pangkalan Udara TNI AU Suwondo di Medan, yang semula Pangkalan Udara TNI AU Polonia. 

"Lanud Wirasaba di Purbalingga termasuk dari tujuh lanud yang masih menggunakan nama tempat, sehingga kami ubah menggunakan nama tokoh pahlawan. Kebanyakan memang mengambil nama tokoh pahlawan setempat," katanya.

Ia mengatakan penggantian nama baru pangkalan udara TNI AU itu dimaksudkan agar semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dapat menyemangati seluruh jajaran TNI AU dan masyarakat setempat serta nasional. 

Menurut dia, proses penggantian nama pangkalan udara TNI AU itu sudah dilakukan sejak Februari 2016.

"Kami punya calon nama kemudian kami lempar ke daerah dan daerah juga punya calon nama. Kebanyakan yang kami gunakan memang nama usulan dari daerah," jelasnya.

Secara terpisah, Tasdi bersyukur karena nama Panglima Besar Jenderal Soedirman dipilih menjadi pengganti nama Pangkalan Udara TNI AU Wirasaba sehingga menjadi salah satu kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Purbalingga.

Sebelumnya, kata dia, pemerintahan setempat mengusulkan dua nama untuk menggantikan nama Wirasaba, yakni Panglima Besar Jenderal Soedirman yang merupakan pahlawan nasional kelahiran Purbalingga dan Soewarno yang diambil dari nama komandan pertama Pangkalan Udara TNI AU Wirasaba.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber ANTARA
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Kronologi Terungkapnya 1.280 Orang di Secapa AD Terjangkit Covid-19

Regional
Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Tagihan Listrik Bupati Probolinggo Naik Gila-gilaan hingga 275 Persen, Ini Penjelasan PLN

Regional
Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Pondok Gontor Hanya Terapkan 4 Jam Pelajaran

Regional
Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Sempat Ancam Bunuh Bupati Aceh Tengah, Wabup Firdaus Minta Maaf, Keduanya Berdamai

Regional
Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Temui 4 Bocah Korban Pencabulan Kakek Pedofil, Risma Bantu Pulihkan Trauma

Regional
1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

1.280 Orang di Secapa AD Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Ketidaksengajaan

Regional
Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Kecanduan Film Porno, Pemuda Ini Perkosa dan Bunuh Guru SD

Regional
Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Bandingkan dengan Angka Covid-19 Jawa Timur, IDI: Kalsel Tertinggi

Regional
Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Tanggapan Wali Kota soal Pontianak Catatkan Nol Kasus Covid-19

Regional
Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Terjangkit Covid-19, Siswa Secapa AD: Tak Ada Keluhan, tapi Sedih Dinyatakan Positif

Regional
Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Kecanduan Judi Online, Pria 40 Tahun Ini Nekat Curi Motor

Regional
Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Terima Bantuan Penanggulangan Covid-19, Ridwan Kamil Apresiasi Para Donatur

Regional
Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Sedang Mengendarai Motor, Polisi Diserang hingga Tewas, Orangtua Pelaku Sempat Melerai

Regional
Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Kisah Haru Anak Ketua DPRD Samarinda Gelar Akad Nikah di Samping Jenazah Ayahnya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X