"Tugas Saya Hanya Duduk dan Putar Tasbih di Padepokan Dimas Kanjeng"

Kompas.com - 07/11/2016, 17:18 WIB
Mujang (kiri) diperiksa di Mapolda Jatim, Senin (7/11/2016). KOMPAS.com/Achmad FaizalMujang (kiri) diperiksa di Mapolda Jatim, Senin (7/11/2016).
|
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com — Berjubah hitam dan membawa tasbih, Mujang dan enam rekan sesama mahaguru di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi berbaris di depan gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Senin (7/11/2016). 

Bapak empat anak berusia 51 tahun itu mengaku tidak tahu-menahu alasan dia tiba-tiba dibawa ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.

"Saya baru tiga kali ikut ke padepokan di Probolinggo," kata Mujang.

Dia mengaku tidak terlalu kenal dengan sosok Dimas Kanjeng dan aktivitasnya. Dia mengaku hanya tahu telah diberi pekerjaan dan diberi imbalan atas pekerjaan tersebut.


"Gimana saya tahu, orang membaca saja saya tidak bisa," kata pria yang tercatat sebagai warga Kepa Duri, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, ini.

Pria yang tadinya sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan itu juga tidak mengerti arti julukan yang diberikan kepadanya, yakni Abah Nogososro. Dia mengaku, panggilan itu diberikan kepadanya beberapa waktu lalu di padepokan. 

Mujang mengaku baru tiga kali mengikuti acara di padepokan di Probolinggo. Di sana, dia hanya diperintah untuk duduk sebentar di panggung utama acara bersama mahaguru lainnya yang sama-sama berasal dari Jakarta.

"Tugas saya cuma duduk dan memutar tasbih, setelah itu ya sudah," ungkapnya.

Setelah bertugas, Mujang mengaku diberi amplop oleh orang dari pihak padepokan. Amplop itu berisi uang Rp 2 juta. Isi amplop yang diterimanya juga pernah hanya Rp 1,5 juta. Saat diperlukan menghadiri acara di padepokan, Mujang dan enam rekannya sesama mahaguru bayaran difasilitasi kendaraan untuk pulang dan pergi.

"Tidak setiap ada acara dipanggil, tergantung dibutuhkan atau tidak," ujarnya. 

Kepala Sub-Direktorat I Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Cecep Ibrahim mengatakan tidak perlu syarat rumit untuk menjadi mahaguru Dimas Kanjeng.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X