Aplikasi Go Sigap Polres Gresik Bakal Dipamerkan di Korea Selatan

Kompas.com - 07/11/2016, 11:26 WIB
Menu utama applikasi Go Sigap, yang sudah terpasang di smartphone salah satu warga Gresik. Kontributor Gresik, Hamzah ArfahMenu utama applikasi Go Sigap, yang sudah terpasang di smartphone salah satu warga Gresik.
|
EditorFarid Assifa

GRESIK, KOMPAS.com – Kapolres Gresik AKBP Adex Yudiswan mengatakan, aplikasi Go Sigap yang memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat selama 24 jam akan diikutkan pada pameran inovasi pelayanan publik di kota Busan, Korea Selatan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).

Pameran tersebut akan digelar mulai 9 sampai 11 November 2016.

“Surat pemberitahuannya sudah kami dapatkan sejak beberapa hari lalu, dan malam nanti saya bersama tim akan langsung terbang ke Busan untuk mengikuti pameran tersebut,” tutur Adex, Senin (7/11/2016).

“Ada tiga polres yang akan terlibat dalam pameran selama tiga hari nanti. Selain Gresik, juga ada Polres Sidoarjo dan Jember, yang sama-sama akan memperkenalkan aplikasi pelayanan online di Busan,” lanjut dia.


Baca juga: Polres Gresik Luncurkan Aplikasi Go Sigap, Layani Aduan Warga hingga Urus SIM

Adex menyebutkan aplikasi milik Polres Sidoarjo yang akan ikut dipamerkan adalah pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) online dan SKCK online keliling.

Sementara aplikasi punya Polres Jember adalah WAR (We Are Ready).

Selain itu, ada aplikasi ATM Samsat milik Polda Jawa Timur juga bakal dihadirkan dalam pameran di Korsel.

“Kami semua akan berangkat ke Busan, dalam rangka mewakili Polri. Di mana di Busan nantinya, kami akan memperkenalkan aplikasi masing-masing kepada para pengunjung pameran,” jelas Adex.

Aplikasi Go Sigap menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat yang mengalami tindak kriminal dalam teritori Polres Gresik, dengan hanya sekali sentuh.

Dengan hanya menekan tanda bantuan pada aplikasi Go Sigap, maka petugas kepolisian terdekat akan langsung mendatangi tempat kejadian perkara dengan petunjuk yang diperoleh melalui GPS.

“Aplikasi Go Sigap sendiri sudah kami coba sejak 1 September 2016, dan sejauh ini telah berhasil menangani beberapa kasus kriminal dan beberapa pelayanan lain. Di mana fitur terbaru, dalam aplikasi Go Sigap saat ini sudah ada chat room, yang sebelumnya tidak ada,” jelasnya.

Selain bantuan penanganan tindak kriminal, aplikasi Go Sigap juga memiliki fitur layanan lain, yakni pengurusan surat kehilangan STNK, pembuatan SKCK, hingga layanan untuk pembuatan dan perpanjangan surat izin mengemudi (SIM).

Bahkan, aplikasi Go Sigap ini juga terkoneksi secara langsung dengan rumah sakit, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Telkom, dan beberapa instansi lain.

Aplikasi Go Sigap memiliki kapasitas file sebesar 12,84 MB.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Pelantikan Presiden, Bendera Merah Putih 700 Meter Dikibarkan di Lamongan

Jelang Pelantikan Presiden, Bendera Merah Putih 700 Meter Dikibarkan di Lamongan

Regional
ABK Jatuh ke Laut, Hari Ketiga Pencarian Masih Belum Ditemukan

ABK Jatuh ke Laut, Hari Ketiga Pencarian Masih Belum Ditemukan

Regional
Fakta Gibran Maju Pilkada Solo, Tak Ingin Maju Lewat Independen hingga Sudah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Fakta Gibran Maju Pilkada Solo, Tak Ingin Maju Lewat Independen hingga Sudah Konsultasi Politik dengan Senior PDI-P Pusat

Regional
Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Hendak Gali Kubur, Warga Ngawi Temukan Orang Diduga Gantung Diri

Regional
Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Bus Rombongan Pelajar SMA Banyuwangi Terguling di Lumajang, 20 Siswa Terluka

Regional
Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Jelang Pelantikan Jokowi, 595 Personel TNI-Polri Sisir Pulau Bali

Regional
Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Fakta Baru Motivator Tempeleng 10 Siswa, Mengaku Khilaf hingga Dikecam KPAI

Regional
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Wakil Bupati Belitung Berharap Ekonomi Pariwisata Diperhatikan

Regional
Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Ratusan Warga Doa Bersama Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Regional
Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Cerita di Balik Pasutri yang Tewas Digigit Ular, Remaja 17 Tahun Jadi Tulang Punggung Adik-adiknya

Regional
Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Mabuk Miras, Pemuda Ini Perkosa Mahasiswi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

[POPULER NUSANTARA] Pasutri Tewas Digigit Ular | Pilkada Solo, Gibran Berjuang Maju Lewat PDI-P

Regional
Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Fakta Kecelakaan Tol Lampung, Sopir Diduga Mengantuk hingga 4 Orang Tewas Terbakar

Regional
Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Tempeleng 10 Siswa, Motivasi Berujung Jeruji Besi: Saya Khilaf...

Regional
KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

KPK Sita Sejumlah Dokumen di Kantor Dishub Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X