Kompas.com - 05/11/2016, 00:48 WIB
ILUSTRASI SHUTTERSTOCKILUSTRASI
|
EditorFarid Assifa

LAMONGAN, KOMPAS.com – Hariyono (34), warga Desa Dinoyo RT17/RW5, Kecamatan Deket, Lamongan, Jawa Timur, diringkus jajaran Satreskrim Polres Lamongan setelah menjambret seorang gadis.

Hariyono termasuk ke daftar pencarian orang Polres Lamongan lantaran diduga telah beberapa kali menjambret siswi di area Kota Lamongan.

Aksi Hariyono terendus petugas kepolisian setelah merampas telepon seluler milik Kinasih Utomo Putri.

“Karena mendapat laporan perampasan dari Kinasih (16), jajaran kami lantas melakukan pengembangan dan kemudian berhasil menangkap pelaku. Di mana kejadian penjambretan sendiri berlangsung pada 31 Oktober 2016 lalu,” tutur Kepala Urusan Subbag Humas Polres Lamongan, Ipda Raksan, Jumat (4/11/2016).

Dari penuturan Raksan, Kinasih merupakan warga Dusun Ketawang, Desa Karang Geneng, Kecamatan Karang Geneng, Lamongan.

Lantaran dirinya sedang menuntut ilmu di sekolah yang berada di kawasan kota, maka Kinasih pun memutuskan tinggal di kamar kos di Gang Ikan Dorang, Desa Banjar Mendalan, Kecamatan kota, Lamongan.

“Menurut pengakuan pelaku saat pemeriksaan, ia membuntuti korban dulu, yang hendak pulang ke rumah kos. Begitu situasi sepi, pelaku melakukan aksinya dengan menyalip korban dengan menumpang sepeda motor dan merampas handphone milik korban merk Asus, yang saat itu masih dipegang oleh tangan korban,” terangnya.

Meski telah mengakui perbuatannya, pihak kepolisian tidak percaya begitu saja pengakuan pelaku. Karena akhir-akhir ini, penjambretan di kawasan Lamongan kota dinilai meningkat dan korbannya kebanyakan adalah siswa perempuan.

“Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku baru dua kali menjalankan aksinya dan sudah keburu ditangkap petugas. Tapi kami masih terus kembangkan, karena saat diamankan di rumahnya, anggota setidaknya mengamankan empat unit handphone berbagai merk, termasuk handphone milik Kinasih,” beber Raksan.

Selain ponsel berbagai merek, petugas kepolisian juga menyita satu unit sepeda motor Honda Vario 150 tahun 2016 warna hitam dengan Nopol S 3365 MW, sebagai barang bukti yang biasa digunakan pelaku dalam beraksi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X