Kompas.com - 04/11/2016, 12:39 WIB
Kepala Urusan Konselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan, Aji Surya (kiri) dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji saat di Balai Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (4/11/2016) Kontributor Malang, Andi HartikKepala Urusan Konselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan, Aji Surya (kiri) dan Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji saat di Balai Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (4/11/2016)
|
EditorCaroline Damanik

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Nonsan, Provinsi Chungcheong Selatan, Korea Selatan, menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur.

Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Nonsan akan mendatangi Kota Malang sebagai tindak lanjut dari tawaran kerjasama tersebut.

Kepala Urusan Konselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Korea Selatan, Aji Surya mengatakan, ada sejumlah sektor yang sudah berjalan di Kota Nonsan dan bisa diadopsi oleh Pemerintah Kota Malang. Salah satunya tentang sistem transportasi.

Menurut dia, sistem transportasi di Kota Nonsan cukup tertata. Apalagi, semua kendaraan umum di kota itu sudah bisa dipantau lewat handphone. Hal itu untuk memudahkan masyarakat yang ingin menggunakan transportasi umum tersebut.

"Semua kendaraan umum bisa dipantau lewat ponsel. Kalau di Malang bisa, itu luar biasa," katanya di Balai Kota Malang, Jumat (4/11/2016).

Sektor lain yang bisa dicontoh dari Kota Nonsan adalah soal budaya masyarakat dalam membuang sampah. Di sana, masyarakat sudah terbiasa membawa tempat sampah sendiri. Sehingga hampir tidak ditemukan sampah yang terbuang sembarangan.

"Di sana, hampir tidak ada orang yang buang sampah. Bahkan tempat sampah pun sedikit. Sehingga harus bawa tempat sampah sendiri," ungkapnya.

Kejujuran masyarakatnya juga menjadi keunggulan Kota Nonsan yang bisa ditiru oleh Kota Malang. Aji juga menyebut bahwa sistem pertanian di Korea Selatan cukup bagus.

Menurut dia, Korea Selatan merupakan negara yang minim lahan pertanian sebab wilayah Korea Selatan terdiri dari 75 persen pegunungan dan 25 persen lainnya merupakan pemukiman dan lahan pertanian. Namun produktivitas pertanian di Korea Selatan cukup tinggi.

"Di sana, menanam cabe hanya untuk menanam cabe yang subur sehingga lahan sedikit bukan soal," ungkapnya.

Kota Nosan merupakan kota dengan 130.000 penduduk. Termasuk kota yang sejuk, memiliki kekuatan dibidang agriculture, pendidikan dan lingkungan. Hal itu dianggap memiliki kemiripan dengan Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, pihaknya akan menawarkan produk olahan pertanian kepada Pemerintan Nonsan dalam rangka jalinan kerja sama itu.

"Berarti kami ambil yang tidak ada di sana. Seperti bakso, bagaimana orang disana suka dengan bakso," ungkapnya.

Jika jalinan kerjasama itu terealisasi, Kota Malang merupakan kota ke 19 di Indonesia yang menjalin kerja sama sistercity dengan kota-kota di Korea Selatan. Sebab sudah ada 18 kota dan provinsi di Indonesia yang menjalin kerjasama sistercity dengan kota dan provinsi di Korea Selatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X