Kompas.com - 04/11/2016, 06:37 WIB
Mr Khan lari usai sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (3/11/2016) Kontributor Semarang, Nazar NurdinMr Khan lari usai sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (3/11/2016)
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

SEMARANG, KOMPAS.com - Jaksa penuntut umum pada Kejasaan Negeri Semarang telah menuntaskan tuntutan pidana terhadap delapan terdakwa yang melakukan impor narkotika jenis sabu seberat 97 kg.

Masing-masing terdakwa dituntut berbeda lantaran mempunyai peran berbeda. Tuntutan dibacakan sejak Rabu (2/11/2016) dan Kamis (3/11/2016) petang.

Delapan terdakwa terdiri dari tiga warga negara asing, yaitu Muhammad Riaz atau Mr Khan, Faiq Akhtar dari Pakistan, Philip Russel atau Kamran Malik dari Amerika Serikat.

Lima terdakwa lainnya adalah warga negara Indonesia, yaitu Citra Kurniawan, Tomi Agung Priambudi, Peni Suparti, Restiyadi, dan Didi Triono.

Tiga warga negara asing ini semua dituntut pidana mati sebagaimana Pasal 113 ayat 2 UU Narkotika.

(Baca juga WN Amerika Ini Ucapkan Terima Kasih Saat Dituntut Hukuman Mati)

Tiga orang diduga sebagai otak jaringan sabu internasional dari Pakistan. Mr Khan, misalnya, berperan sebagai pihak yang mengatur pengiriman sabu-sabu seberat 97 kg melalui mesin genset dari China ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Faiq berperan sebagai mengatur semua transaksi keuangan dalam jaringan Pakistan.

Adapun Kamran ikut aktif melakukan pembayaran atas transaksi narkotika. Ia menerima uang 2000 dollar AS dari salah seorang dari Pakistan, lalu diserahkan ke Mr Khan.

Adapun lima WNI tiga terdakwa dituntut seumur hidup dan dua sisanya dituntut 18 tahun dan denda Rp 18 miliar.

Tiga WNI itu yang mengurus dokumen impor sabu-sabu, yaitu Citra Kurniawan, Restiyadi dan Tomi Agung. Tiga orang itu ikut bermufakat dengan memfasilitasi seluruh proses pengiriman. Ketiganya juga mengurus administrasi impor, sebagai pengantar serta pemasok sabu.

Jaksa menilai bahwa tanpa peran terdakwa, penyelundupan sabu yang dimasukkan dalam mesin genset tidak akan terlaksana.

Adapun dua terdakwa Peni Suprapti dan Didi Triono dituntut 18 tahun kurungan dan denda Rp 1 miliar. Peni didakwa sebagai memerankan diri sebagai penampung uang Mr Khan di dalam rekening pribadinya.

Adapun Didi menyiapkan gudang untuk tempat genset berisi sabu tersebut.

Selain tuntutan, jaksa dalam juga minta kekayaan pas terdakwa dirampas untuk negara. Kekayaan dimaksud yaitu rekening milik Faiq berisi 9.300 dollar AS dan mobil Ford Fiesta warna putih milik Mr Khan.

"Mobil itu untuk perjalanan dari rumahnya di Graha Padma menuju Jepara," kata jaksa Diajeng Kusumaningrum.

Kini, para terdakwa harus menyiapkan pembelaan secara kilat. Pada Selasa (7/11/2016) dan Rabu (8/11/2016) pekan depan, mereka diberi giliran menyampaikan pembelaannya di depan sidang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.