Menipu Pengusaha Konstruksi, Wartawan Gadungan Dibekuk Polisi

Kompas.com - 03/11/2016, 18:20 WIB
Kanit Resmob Polres Malang Kota Ipda Sugeng Iriyanto (kiri) dan Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat menunjukkan pelaku penipuan di Mapolres Malang Kota, Kamis (3/11/2016) Kontributor Malang, Andi HartikKanit Resmob Polres Malang Kota Ipda Sugeng Iriyanto (kiri) dan Humas Polres Malang Kota AKP Nunung Anggraeni saat menunjukkan pelaku penipuan di Mapolres Malang Kota, Kamis (3/11/2016)
|
EditorErlangga Djumena

MALANG, KOMPAS.com - Jajaran Polres Malang Kota, Jawa Timur mengungkap aksi penipuan yang dilakukan oleh wartawan gadungan kepada seorang pengusaha konstruksi.

Wartawan gadungan itu diketahui bernama Moch Taufik Afandi warga Jalan Bandara Palmerah nomor 14 blok N 17 Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

Sementara korbannya adalah Choiriyah, pengusaha jasa kontruksi asal Tambaksari, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

"Pelaku ditangkap di rumahnya," kata Kanit Resmob Polres Malang Kota, Ipda Sugeng Iriyanto di Mapolres Malang Kota, Kamis (3/11/2016).

Dalam aksinya, pelaku menghubungi korban melalui telepon seluler dan mengaku bernama Saras. Pelaku meminta uang sebanyak Rp 200 juta kepada korban dengan cara transfer.

Saras merupakan sekretaris Anwar yang tidak lain adalah rekan kerja korban. Karena tidak menaruh curiga, korban lantas mengirim uang tersebut.

Aksi pelaku itu terbongkar setelah korban memastikan kepada Saras. Ternyata Saras tidak merasa meminta transfer uang. Korban lantas mendatangi bank tempat uangnya dikirim dan meminta nomor rekening itu diblokir.

Setelah dilakukan pemblokiran, pelaku diketahui sudah mengambil uang itu sebesar Rp 11 juta.

Setelah dilakukan penangkapan, polisi berhasil mengamankan empat ATM dari berbagai bank. Selain itu, polisi juga mengamankan dua buku tabungan, empat ID Pers yang diduga palsu, kartu anggota LSM serta satu buah air soft gun.

Terkait temuan senjata api itu, polisi masih melakukan penyelidikan. Berdasarkan pengakuan pelaku, pistol itu hanya digunakan untuk latihan.

"Menurut pengakuan dia cuma buat latihan menembak. Tapi tetap harus ada izinnya. Dia tidak bisa menunjukkan surat izinnya," jelasnya.

Saat ini pelaku sudah mendekam di sel tahanan Polres Malang Kota. Ia dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Jadi Arena Balapan Truk, Lokasi Wisata Pantai Cemara Tuban Ditutup

Regional
'Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur'

"Kalau Mau Kriminalisasi Langsung Saja, Enggak Usah Berbelit-belit Pakai Prosedur Ngawur"

Regional
Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Siswa yang Nikah Dini di Lombok Tengah Didenda Membayar Sejumlah Uang ke Sekolah, Ini Alasannya

Regional
Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Detik-detik Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Pria Selingkuhannya di Kamar Hotel

Regional
Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Kuasa Hukum Bahar bin Smith: Ini Bukan Upaya Pembungkaman Lagi, tapi Kriminalisasi

Regional
Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Erupsi Merapi 10 Tahun Lalu, Pandu Kenang Saat Terobos Hujan Abu untuk Antarkan Oksigen

Regional
Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Mamuju Tengah, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

4 Pencuri Relief Makam Ditangkap, Barang Curian Hendak Dijual ke Jakarta

Regional
Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Seorang Tukang Kayu Tewas Tersengat Listrik Saat Bikin Kerangka Jendela

Regional
Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Beredar Foto Diduga Hasil Putusan MA soal Gugatan Petahana, Ini Tanggapan KPU Ogan Ilir

Regional
23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

23 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning, Khofifah: Kesembuhan Konsisten Dibanding Kasus Baru

Regional
Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Pembelajaran Tatap Muka di Solo Mulai November, Guru dan Siswa Harus Tes Swab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X