Dituntut Hukuman Mati, Penyelundup Sabu Asal Pakistan Lari Menuju Tahanan

Kompas.com - 03/11/2016, 16:21 WIB
Faiq Akhtar dituntut mati karena ikut menyelundupkan sabu 97 kg di Pengadilan Negeri semarang, Kamis (3/11/2016) Kontributor Semarang, Nazar NurdinFaiq Akhtar dituntut mati karena ikut menyelundupkan sabu 97 kg di Pengadilan Negeri semarang, Kamis (3/11/2016)
|
EditorCaroline Damanik

SEMARANG, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Semarang menuntut Faiq Akhtar, salah seorang warga Pakistan yang menjadi terdakwa penyelundupan sabu seberat 97 kg, dengan hukuman mati.

Jaksa menyatakan, peran Faiq dalam jaringan narkotika internasional itu vital karena mengatur semua transaksi keuangan.

"Terdakwa mengatur jaringan dalam setiap transaksi keuangan," kata jaksa Bondan Subrata, membacakan tuntutan hukum di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (3/11/2016).

Faiq disalahkan karena terlibat aktif dalam tiap transaksi keuangan melalui kegiatan transfer M-Banking. Faiq diketahui melakukan transfer ke rekening terdakwa lain, yaitu Peni Suprapti, sebesar Rp 40 juta, serta sejumlah uang lainnya.

Sumber uang dari transaksinya bersumber dari Muhammad Riaz atau Mr Khan sebesar Rp 512 juta.

"Terdakwa menyalurkan ke yang lain atas perintah Mr Khan. Dia masuk jaringan internasional," kata Bondan.

Selain itu, Faiq juga diperintah untuk menyerahkan uang 12.000 dollar AS untuk pembayaran dokumen impor. Saat bertemu dengan terdakwa lain yang mengurus dokumen impor, Faiq mengaku utusan Mr Ju.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Peranan terdakwa bersekongkol dalam pemufakatan jahat dalam transaksi pidana narkotika," kata dia.

"Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, mempersulit persidangan. Tidak ada hal yang meringankan," katanya.

Setelah sidang, Faiq langsung keluar ruangan sidang. Saat berjalan menuju tahanan, dia berlari untuk menghindari sorot foto kamera.

Kuasa hukum Faiq, Windi Aryadewi, akan membela kliennya untuk mengajukan nota pembelaan. Menurut dia, fakta yang ada di persidangan tidak mengarah pada kesalahan terdakwa hingga dituntut mati.

"Dia bekerja profesional. Pengiriman transaksi dan lainnya itu profesionalisme pekerjaan," ujarnya.

Sebelum Faiq, tiga WNI yang terkait jaringan sabu internasional Pakistan dituntut seumur hidup serta 18 tahun untuk Peni Suprapti, istri Mr Khan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.