Bantu Impor Sabu 97 Kg, Restiyadi Dituntut Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 03/11/2016, 15:04 WIB
Terdakwa Restiyadi Sayoko dituntut seumur hidup karena membantu mengurus dokumen impor sabu 97 kg di Pengadilan Semarang, Kamis (3/11/2016) Kompascom/Nazar NurdinTerdakwa Restiyadi Sayoko dituntut seumur hidup karena membantu mengurus dokumen impor sabu 97 kg di Pengadilan Semarang, Kamis (3/11/2016)
|
EditorErlangga Djumena

SEMARANG, KOMPAS.com - Salah Seorang warga negara Indonesia asal Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang yang membantu kepengurusan impor narkotika asal China seberat 97 kilogram, Restiyadi (40) akhirnya dituntut penjara seumur hidup.

Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Semarang Panji Sudrajat mengatakan, peran terdakwa terlihat jelas bersama dengan terdakwa lainnya ikut memfasilitasi penyelundupan narkotika masuk ke Indonesia.

Jejak terdakwa juga ditemukan ketika ia bertemu dengan para terdakwa lain di sebuah Mall di Semarang, serta menerima uang dan membayarkan untuk biaya sewa truk kontainer.

"Terdakwa menjadi perantara jual beli narkotika," kata Panji, dalam tuntutannya di Pengadilan Negeri Semarang, Kamis (3/112016).

Sabu yang diimpor tersebut lalu dimasukkan melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang diselipkan dalam mesin genset. Sabu kemudian dikirim menuju gudang di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.

Jaksa menyebut perbuatan yang memberatkan adalah membantu kepengurusan dokumen dari China ke Indonesia, serta menikmati hasil dari perbuatannya. Restiyadi dinilai bersalah melanggar pasal 113 ayat 2 jo 132 ayat 1 Undang-Undang Narkotika.

"Tidak ada hal meringankan yang ditemukan," ujar Panji.

Lantaran tak ada hal membatalkan pidana itulah, jaksa meyakini bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tanpa hak memproduksi, mengimpor sabu beratnya melebihi lima gram.

Menanggapi hal tersebut, terdakwa menyatakan keberatan. Dia akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya.

Dalam sidang terpisah, salah seorang terdakwa dari WNA asal Pakistan juga dituntut yang di hari sama. Namun hingga saat ini pembacaan tuntutan pada Faiq Akhtar masih belum selesai dibacakan.

Selain itu, tiga orang dalam jaringan sabu internasional dari Pakistan disidang hari ini. Mereka antara lain Philip Russel dari Amerika Serikat, Muhammad Riaz alias Mr Khan dari Pakistan, serta Didi Triono (WNI).

Sebelumnya tiga WNI yang ikut mengurus dokumen impor dituntut seumur hidup yaitu Tomi Agung Priambudi dan Citra Kurniawan. Sementara Istri Mr Khan, Peni Suprapti dituntut 18 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.