Diajak Jokowi Rapat soal PLTSa, Ridwan Kamil Akan Minta Dukungan

Kompas.com - 01/11/2016, 16:52 WIB
Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di SMPN 1 Bandung, Jalan Ksatrian, Selasa (1/11/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI

BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dijadwalkan turut serta dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Selasa (1/11/2016) sore. Ridwan mengaku diundang Presiden untuk membahas perkembangan rencana pembangunan pengolahan sampah terpadu pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

"Iya, saya diundang untuk membahas tentang PLTSa," tutur Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di SMPN 1 Bandung, Jalan Ksatrian, Selasa (1/11/2016) siang.

Kepada Presiden, Emil akan melaporkan tentang banyaknya peminat yang ingin membangun PLTSa di Bandung. Saat ini, kata Emil, ada sekitar 40 perusahaan yang mendaftarkan diri.

"Saya mau melaporkan peminatnya banyak sekali, ada lebih dari 40 perusahaan," ujarnya.

Namun, lanjut Emil, mayoritas perusahaan menawarkan teknologi pengolahan dengan sistem pembakaran (insinerator).

Sementara itu, Pemkot Bandung telah menyatakan sikap ingin menggunakan teknologi yang ramah lingkungan tanpa proses pembakaran (biodigester).

"Tapi, rata-rata 30 perusahaan adalah burning teknologi. Hanya 10 perusahaan yang non-burning teknologi. Saya mau laporkan ke Presiden," paparnya.

Ia pun mengaku akan meminta dukungan dari Presiden agar tetap memprioritaskan teknologi biodigester.

"Saya minta dukungan agar keputusan ini bisa lebih cepat. Belum berubah, masih bisa penunjukan langsung. Yang diprioritaskan non-burning, tetap biodigester itu," jelasnya. 


EditorErlangga Djumena

Terkini Lainnya


Close Ads X