Setelah Kematian Gajah Yani, Kebun Binatang Bandung Kembali Disorot

Kompas.com - 01/11/2016, 16:15 WIB
Polisi bersama BBKSDA Jawa Barat memusnahkan 38 jenis satwa dilindungi yang diawetkan dengan cara dibakar di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (1/11/2016). Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaPolisi bersama BBKSDA Jawa Barat memusnahkan 38 jenis satwa dilindungi yang diawetkan dengan cara dibakar di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (1/11/2016).
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Sylvana Ratina, geram kepada pengelola Kebun Binatang Bandung.

Dia mengatakan, Pengelola Kebun Binatang Bandung, Yayasan Margasatwa Tamansari, kembali berulah pasca-kematian gajah Sumatera bernama Yani beberapa bulan lalu.

"Kebun Binatang Bandung sudah pernah terjadi kehebohan-kehebohan. Jadi ini nakal kedua kalinya," kata Sylvana seusai menyaksikan pemusnahan 38 satwa dilindungi yang diawetkan di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (1/11/2016).

Baca juga: Selamat Jalan, Gajah Yani...


Lebih lanjut Sylvana mengatakan, kegaduhan kali ini karena sejumlah oknum pengelola Kebun Binatang Bandung telah diketahui oleh BBKSDA dan kepolisian, terlibat dalam praktik ilegal pengawetan bangkai satwa dilindungi, koleksi Kebun Binatang Bandung.

Seperti diketahui, polisi menangkap seorang pria berinisal AS (51) di rumahnya, Cibeunying Kolot, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, 23 September 2016 lalu. AS ditetapkan menjadi tersangka pengawetan hewan dilindungi tanpa dokumen.

"Kalau ada satwa dilindungi yang mati harus dilaporkan dan dibuat berita acaranya. Yang dibakar ini tidak punya dokumen berita acara. Tahu-tahu berada di tempat offset," ujarnya.

Sylvana menambahkan, pihaknya akan memberikan teguran keras kepada Pengelola Kebun Binatang Bandung serta memidanakan oknum pejabat pengelola yang terlibat dalam praktik ilegal tersebut.

"Harus ditindak sesuai ketentuan. Kami peringatkan keras dan ada evaluasi serta audit," bebernya.

Baca juga: Polisi Bandung Bongkar Praktik Pengawetan Satwa Dilindungi

Meski demikan, Sylvana mengatakan pihaknya belum bisa mencabut izin pengelolaan Kebun Binatang Bandung.

"Tidak gampang mencabut secara administrasi, ada mekanismenya. Peringatan satu dua kali. Kalau oknumnya kita pidanakan," tandasnya.

Dihubungi terpisah, perwakilan Humas Yayasan Margastwa Bandung, Sudaryo, mengaku belum mendapat informasi dari kepolisian terkait adanya keterlibatan oknum pejabat pengelola Kebun Binatang Bandung dalam praktik pengawetan satwa ilegal.

"Kita belum dapat konfirmasi dari kantor polisi," akunya.

Meski demikian, Sudaryo mengakui bahwa pengelola Kebun Binatang Bandung memang mengawetkan bangkai satwa dilindungi untuk didokumentasikan dengan tujuan pendidikan.

"Diawetkan itu sesuai undang-undang Nomor 5 tahun 1990 jika satwa mati harus diawetkan. Tujuannya pendidikan atau koleksi museum. Pengelola lembaga konservasi tidak hanya memelihara satwa hidup tapi juga satwa mati," pungkasnya.

 

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Pelaku Penusuk 12 Mata Kucing di Pontianak Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Pria Pelaku Penusuk 12 Mata Kucing di Pontianak Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa

Regional
Pipa Pertamina Terbakar di Cimahi, Tol Padaleunyi Arah Jakarta Kembali Dibuka

Pipa Pertamina Terbakar di Cimahi, Tol Padaleunyi Arah Jakarta Kembali Dibuka

Regional
Pipa Pertamina Terbakar di Cimahi, Ini Rekayasa Lalu Lintas Menuju Tol Cileunyi

Pipa Pertamina Terbakar di Cimahi, Ini Rekayasa Lalu Lintas Menuju Tol Cileunyi

Regional
Kebakaran Dekat Tol Purbaleunyi,  Diduga Pipa Pertamina Terkena Proyek Kereta Cepat

Kebakaran Dekat Tol Purbaleunyi, Diduga Pipa Pertamina Terkena Proyek Kereta Cepat

Regional
Cegah Konflik di Timika, Ratusan Anak Panah Diamankan Polisi

Cegah Konflik di Timika, Ratusan Anak Panah Diamankan Polisi

Regional
Polisi Bongkar Makam Mahasiswa Unitas Palembang yang Tewas Saat Diksar Menwa

Polisi Bongkar Makam Mahasiswa Unitas Palembang yang Tewas Saat Diksar Menwa

Regional
25 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Pipa Pertamina yang Terbakar di Cimahi

25 Mobil Damkar Dikerahkan Padamkan Pipa Pertamina yang Terbakar di Cimahi

Regional
Kronologi Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi

Kronologi Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi

Regional
Satu Korban Tewas Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi Merupakan WNA

Satu Korban Tewas Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi Merupakan WNA

Regional
Ayah Tiri Penganiaya Balita hingga Tewas Ditangkap saat Memakamkan Korban

Ayah Tiri Penganiaya Balita hingga Tewas Ditangkap saat Memakamkan Korban

Regional
Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi Diduga karena Pengeboran Proyek Kereta Cepat

Kebakaran Pipa Pertamina di Cimahi Diduga karena Pengeboran Proyek Kereta Cepat

Regional
Terungkap, Kucing yang Ditusuk Matanya di Pontianak Capai 12 Ekor

Terungkap, Kucing yang Ditusuk Matanya di Pontianak Capai 12 Ekor

Regional
Bocah 3,5 Tahun Dipukuli Ayah Tiri hingga Tewas di Ciamis

Bocah 3,5 Tahun Dipukuli Ayah Tiri hingga Tewas di Ciamis

Regional
Pipa Pertamina Terbakar di Cimahi, Exit Tol Cileunyi Ditutup

Pipa Pertamina Terbakar di Cimahi, Exit Tol Cileunyi Ditutup

Regional
Alasan Pegawai Mimika Segel Kantor Sendiri, Pimpinan Jarang Ngantor hingga SK Pegawai Honorer Terbengkalai

Alasan Pegawai Mimika Segel Kantor Sendiri, Pimpinan Jarang Ngantor hingga SK Pegawai Honorer Terbengkalai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X