Ratusan Warung Remang-remang di Obyek Wisata Bengkulu Ditertibkan

Kompas.com - 31/10/2016, 17:27 WIB
ratusan Satpol PP bongkar warung di Pantai Panjang Kota Bengkulu Kontributor Bengkulu, Firmansyahratusan Satpol PP bongkar warung di Pantai Panjang Kota Bengkulu
|
EditorCaroline Damanik

BENGKULU, KOMPAS.com - Ratusan warung remang-remang yang berada di obyek wisata Pantai Panjang, Kota Bengkulu, hingga ke Tapak Paderi ditertibkan oleh aparat gabungan Satpol PP setempat, Senin (1/10/2016).

Aksi penertiban itu meliputi membongkar bangunan yang tak layak, serta tempat yang bangunannya ditutup pada bagian dinding. Hal ini dilakukan untuk menghindari aktifitas prostitusi dan kegiatan minum-minuman keras di lokasi tersebut.

Aksi penertiban direncanakan akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan, dimulai Senin (1/10/2016). Aksi perlawanan pemilik warung tampak dalam penertiban itu. Beberapa perempuan pemilik warung tampak protes saat ratusan Satpol PP membongkar bangunan yang dianggap melanggar.

"Kami menerima jika bangunan dibongkar terutama bangunan yang memiliki dinding tertutup, tapi mohon barang-barang yang masih layak pakai jangan dihancurkan," ungkap Zaenal, salah satu pemilik warung.

Sementara itu, beberapa orang perempuan pemilik warung tampak berteriak-teriak marah dan menyerang anggota yang bertugas membongkar warung.

Sementara itu, Kasat Pol PP, Kota Bengkulu, Mitrul Ajemi, menyebutkan, sebelum penertiban, tiga hari sebelumnya, pihaknya telah memberikan peringatan pada pemilik warung untuk membongkar warung yang dianggap melanggar.

"Kami telah berikan peringatan, tapi mereka tetap tidak membongkar, kami akan lakukan penertiban di sepanjang tempat wisata," ujar Mitrul.

"Bengkulu akan menggelar Festival Batik Nusantara, ada 500 kabupaten/kota yang hadir, maka penertiban dilakukan," tambahnya.

Penertiban dilakukan dalam upaya penyambutan event nasional yang akan digelar Pemkot Bengkulu yakni Festival Batik Nusantara yang akan digelar pada November 2016.

Saat penertiban, Satpol PP menemukan juga botol minuman keras dan tuak yang telah dikonsumsi.

 




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X