745 Penderita Gangguan Jiwa di Jatim Masih Terpasung

Kompas.com - 31/10/2016, 15:55 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Jumlah penderita gangguan jiwa yang dipasung di Jawa Timur masih tinggi.

Data yang ada di Dinas Sosial setempat menunjukkan, angka penderita gangguan jiwa yang dipasung sebanyak 745 orang.

Kasi Rehabilitasi Tuna Sosial pada Dinas Sosial Jawa Timur, Yusmanu mengatakan, total ada 2.238 penderita gangguan jiwa di Jawa Timur. Namun secara bertahap sejak tahun 2014, para penderita gangguan jiwa yang dipasung itu satu persatu diambil dan dirawat di rumah sakit jiwa.

"Sejak dicanangkan program bebas pasung pada tahun 2014, kita terus membebaskan sampai sekarang tersisa 745 orang," katanya di Kepanjen, Kabupaten Malang saat membebaskan seorang penderita gangguan jiwa yang dipasung, Senin (31/10/2016).

Yusmanu mengatakan, tidak mudah untuk membebaskan para penderita gangguan jiwa itu dari pemasungan. Butuh pendekatan yang inten kepada pihak keluarga supaya bisa mengambilnya.

"Memang satu hal yang sangat berat, yaitu ijin dari keluarga," katanya.

Bukan hanya soal izin keluarga, ada sebagian penderita gangguan jiwa itu yang tidak lagi tercatat di dalam kartu keluarga (KK) milik keluarganya. Hal itu mempersulit pendataan yang dilakukan oleh petugas Dinas Sosial.

Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya untuk mengambil satu persatu penderita gangguan jiwa yang dipasung itu. Sebab, pada tahun 2017 mendatang, Jawa Timur ditargetkan terbebas dari pasung.

Banyaknya jumlah penderita gangguan jiwa yang dipasung itu tersebar di seluruh kota/kabupaten di Jawa Timur. Menurut Yusmanu, paling banyak ada di Kabupaten Malang, Ponorogo dan Kediri.

Untuk Kabupaten Malang sendiri, masih ada 56 penderita gangguan jiwa yang terpasung dari jumlah total 127 orang.

Salah satu pendamping bebas pasung Jawa Timur, Fahrudin Ali Ahmad mengatakan, sulitnya mendapat izin dari keluarga membuat evakuasi penderita gangguan jiwa yang dipasung itu terhambat.

Bahkan untuk satu penderita gangguan jiwa saja, petugas di lapangan harus melakukan pendekatan selama hampir satu tahun.

"Kendala yang paling banyak itu memang belum mendapat izin dari keluarga," jelasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X