Tak Hadiri Panggilan Penyidik, Tersangka Mantan Wabup Ponorogo Mengaku Sakit

Kompas.com - 27/10/2016, 20:43 WIB
Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widjyaningsih. SURYA ONLINEWakil Bupati Ponorogo Yuni Widjyaningsih.
|
EditorFarid Assifa

PONOROGO, KOMPAS.com - Kuasa hukum tersangka mantan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih, Indra Priangkasa, memastikan kliennya tidak dapat memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Ponorogo lantaran sakit.

Ida yang dituduh menerima fee Rp 1,7 miliar dari proyek dana alokasi khusus bidang pendidikan senilai Rp 8,1 miliar akan memenuhi panggilan penyidik bila sudah sembuh.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Ponorogo, Happy Al Habiebie yang dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (27/10/2016), mengatakan, kondisi tersangka sedang sakit diketahui setelah kuasa hukumnya mendatangi Kejari Ponorogo di Jalan MT Haryono tadi sore.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Wabup Ponorogo Belum Ditahan

Namun Happy tidak menyebutkan sakit yang diderita Ida saat ditanya wartawan. Begitu juga dengan lokasi tersangka dirawat, Happy tidak mengetahuinya.

Hanya saja, ia menyebutkan tersangka sedang dirawat di luar Ponorogo.

Happy menjamin, mantan wakil bupati Ponorogo itu tidak akan melarikan diri ke luar negeri. Pasalnya, Kejari Ponorogo sudah mengeluarkan cekal terhadap Ida sejak yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bahkan cekalnya sudah kami perpanjang hingga penanganan kasus ini tuntas," kata Happy.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka Ida, Indra Priangkasa yang dihubungi Kamis (27/10/ 2016) malam tidak merespons telepon, SMS dan WhatsApp dari Kompas.com.

Ketua Kelompok Peduli Penegakan Hukum Ponorogo (KPPHP), Muh Yani mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk segera menetapkan tersangka kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2012-2013, Yuni Widyaningsih masuk ke daftar pencarian orang (DPO).

Hal ini harus dilakukan agar Kejari Ponorogo tidak dituding setengah hati dalam menuntaskan kasus tersebut.

"Tersangka ini sudah tiga kali tidak datang memenuhi panggilan jaksa. Untuk itu, seharusnya Kejari bisa menetapkan Ida ini menjadi DPO," kata Yani di kantor Kejari Ponorogo, Kamis (27/10/2016).

Yani mengingatkan Kejari tidak boleh main-main dalam kasus ini. Menurut dia, tersangka kasus yang merugikan negara senilai Rp 8 miliar itu sangat pintar dan licin.

Hal itu terbukti dengan beberapa kali penyidik Kejari melakukan pencarian tersangka di rumahnya namun gagal.

Yani menyayangkan pernyataan Kepala Kejari Ponorogo Suwandi yang menyebut kedatangan penyidik Kejari di kediaman dan tempat usaha Ida sebagai kegiatan silaturrahmi. Padahal, Kajari tahu bahwa Ida merupakan tersangka kasus korupsi. Menurut dia,

Seharusnya, kedatangan penyidik Kejari ke rumah tersangka korupsi bukan dalam rangka silaturrahmi, tetapi menjalankan amanat undang-undang. Kondisi itu menjadi aneh manakala penyidik kejaksaan ke rumah tersangka menyebut sebagai kegiatan silaturrhami.

Untuk diketahui, penyidik Kejari Ponorogo sudah menetapkan mantan Wakil Bupati Ponorogo Yuni Widyaningsih sebagai tersangka sejak akhir 2014 lalu dalam kasus tersebut.

Ida dijadikan tersangka lantaran dituding mengondisikan proyek pengadaan peralatan peraga bidang pendidikan dengan mendapatkan keuntungan 22 persen atau Rp 1,7 miliar dari nilai proyek Rp 8,1 miliar.

Tak hanya itu, tujuh tersangka lain dalam kasus ini, yakni tiga mantan pejabat Diknas Ponorogo dan empat dari rekanan sudah disidangkan di pengadilan.

Kasus ini mulai diselidiki setelah jaksa mendapatkan informasi alat peraga yang diadakan dari dana DAK pendidikan tahun 2012 dan 2013 senilai Rp 8,1 miliar tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.