Kompas.com - 27/10/2016, 14:09 WIB
Ilustrasi menikah. SHUTTERSTOCKIlustrasi menikah.
|
EditorFarid Assifa

PONOROGO, KOMPAS.com - Kasus pernikahan anak di bawah umur di Kabupaten Ponorogo empat tahun terakhir terus meningkat.

Ironisnya, pernikahan dini di bawah umur banyak menimpa anak-anak yang ditinggal ibunya bekerja di luar negeri.

Pejabat Humas Pengadilan Agama Ponorogo, Abdullah Shofwandi yang ditemui Kompas.com, Kamis (27/10/2016) mengatakan, 90 persen orangtua mengajukan permohonan anak menikah di bawah umur ke pengadilan agama lantaran anaknya sudah hamil duluan.

Kebanyakan anak perempuan hamil terjadi pada ibu kandungnya yang bekerja di luar negeri sebagai tenaga kerja wanita. Kondisi itu mengakibatkan pengawasan pergaulan anak perempuannya tidak maksimal.

Abdullah mencontohkan beberapa kasus anak perempuan yang masih di bawah umur berhubungan badan dengan lawan jenis di rumahnya sendiri. Peristiwa itu terjadi karena ibu kandung anak perempuan berada di luar negeri dan bapaknya sibuk dengan urusan pekerjaan.

Tak adanya perhatian dan pengawasan anak-anak perempuan dari orangtua menjadikan mereka bergaul bebas. Dampaknya, banyak kasus kehamilan di luar nikah melanda anak-anak di bawah umur.

Abdullah menuturkan, pernikahan dini bagi anak di bawah umur dapat sah dilakukan jika ada izin dari Pengadilan Agama. Untuk itu, kedua orangtua dari pihak laki-laki dan perempuan harus mengajukan permohonan sebelum dinikahkan di kantor urusan agama.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Biasanya petugas KUA akan menolak permohonan nikah anak di bawah umur kalau belum ada izin dari Pengadilan Agama," kata Abdullah.

Ia menambahkan, data empat tahun terakhir di Pengadilan Agama Ponorogo menyebutkan, permohonan pernikahan anak di bawah umur (dispensasi kawin) mencapai ratusan orang.

Rinciannya, pada tahun 2013 sebanyak 124 pemohon; tahun 2014 sebanyak 124 pemohon, 2015 berjumlah 92 pemohon dan; tahun 2016 hingga akhir Oktober mencapai 91 pemohon.

"Kebanyakan umurnya masih 13,14 hingga 15 tahun," jelas Abdullah.

Tingginya pernikahan anak di bawah umur menjadi keprihatinan tersendiri bagi kalangan orangtua. Saat proses persidangan berlangsung, hakim tak lupa memberikan wejangan kepada keluarga dan anak yang hendak dinikahkan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.