Atur "Green Building", Bandung Targetkan Hemat Rp 500 Miliar

Kompas.com - 27/10/2016, 13:00 WIB
Ridwan Kamil di acara IdeaFest 2016 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (24/9/2016). Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comRidwan Kamil di acara IdeaFest 2016 di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu (24/9/2016).
|
EditorCaroline Damanik

BANDUNG, KOMPAS.com - Peraturan Wali Kota (Perwal) baru Nomor 1023/2016 tentang Bangunan atau Gedung Hijau (Green Building) di Kota Bandung digadang-gadang Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai salah satu solusi untuk menghemat energi, terutama energi listrik.

"Kami sudah hitung, jika ini dilaksanakan, maka dalam sepuluh tahun terjadi penghematan listrik luar biasa," ujar pria yang kerap disapa Emil itu saat konferensi pers di Kantor Puslitbang Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (27/10/2016).

Jika dikalkulasikan, lanjut Emil, maka penghematan listrik yang bisa dilakukan Kota Bandung setara dengan Rp 500 miliar. Selain itu, sesuai hasil penelitian yang dilakukan, dengan mengatur gedung dan bangunan mengikuti konsep hijau, Kota Bandung juga bisa menjadi daerah yang secara signifikan mengurangi kadar CO2.

"Kalau dilaksanakan dan semua disiplin bisa mengurangi karbon CO2 yang polutif sebanyak 260.000 ton atau setara dengan penyerapan CO2 oleh 90.000 pohon mahoni dewasa selama 10 tahun," tuturnya.

Emil berharap, pemerintah pusat melalui Kementerian PU-PR bisa mengadaptasi peraturan wali kota tentang green building yang dibuatnya agar seluruh kota dan kabupaten di Indonesia bisa mengikuti.

"Harapan saya, kalau Bandung bisa, seluruh kota kabupaten juga bisa. Oleh karena itu saya mengajak Kementerian PU-PR untuk mensponsori International Finance Corporation (IFC) untuk menyosialisasikan atau mewajibkan peraturan bangunan hijau ke 500 kota/kabupaten," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) baru Nomor 1023/2016 Tentang Bangunan Gedung Hijau (Green Building) Kota Bandung di Kantor Puslitbang Permukiman Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (27/10/2016).

Emil merujuk pada peraturan internasional tentang bangunan hijau. Dalam Perwal tersebut, bangunan lebih dari 5.000 meter persegi masuk dalam kategori bintang satu atau wajib mengusung konsep green building.

"5.000 meter ke bawah dianggap kecil dan sedang. Bintang dua dan tiga itu pilihan," kata Emil dalam konferensi pers, Kamis siang.

(Baca juga: Bangunan 5.000 Meter Persegi di Bandung Wajib Usung Konsep "Green Building")

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Indeks Kebahagiaan Jateng Meningkat, Ganjar: Semua Tak Lepas dari Peran Masyarakat

Regional
Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Lewat JIF, Ridwan Kamil Terima Gagasan Program Stratregis Jabar dari 32 Profesional Muda

Regional
Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Libur Tahun Baru, Pemprov Jabar Perketat Penjagaan Tempat-tempat Viral Pariwisata

Regional
Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Pemprov Jabar Gagas Program Kualifikasi Kepsek Berintegritas Pertama di Indonesia

Regional
Program 'Jangkar', Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Program "Jangkar", Upaya Dompet Dhuafa Berdayakan Perajin Rotan di Majalengka

Regional
Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Tanggapi Hasil Pemeriksaan BPK, Wagub Jabar: Insya Allah Akan Saya Sampaikan kepada Pimpinan

Regional
Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Lewat Teman Bus Trans Metro Pasundan, Wagub Jabar Ajak Masyarakat Naik Transportasi Umum

Regional
Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan 'Bapenda Kapendak'

Tingkatkan Pendapatan Daerah, Pemprov Jabar Luncurkan "Bapenda Kapendak"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.