Ridwan Kamil Terbitkan Peraturan Wali Kota tentang Gedung Hijau

Kompas.com - 27/10/2016, 12:20 WIB
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) baru Nomor 1023/2016 Tentang Bangunan Gedung Hijau (Green Building) Kota Bandung di Kantor Puslitbang Permukiman Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (27/10/2016) Kontributor Bandung, Putra Prima PerdanaWali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) baru Nomor 1023/2016 Tentang Bangunan Gedung Hijau (Green Building) Kota Bandung di Kantor Puslitbang Permukiman Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (27/10/2016)
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) baru Nomor 1023/2016 tentang Bangunan Gedung Hijau (green building) Kota Bandung di kantor Puslitbang Permukiman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jalan Turangga, Kota Bandung, Kamis (27/10/2016).

"Ini peraturan baru yang sangat besar yaitu peraturan bangunan gedung hijau yang mewajibkan semua bangunan dari kecil besar, dari rumah sampai gedung, untuk lulus sertifikasi hijau," ujar Ridwan Kamil dalam konferensi pers, Kamis siang.

Baca juga: Penuturan Saksi tentang Derasnya Banjir di Pagarsih, Bandung

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Emil ini menambahkan, peraturan green building menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan (IMB) dari Dinas Tata Ruang dan Ciptakarya (Distarcip).

"Bangunan baru harus hemat air, listrik, hemat energi AC, mendaur ulang, memperbanyak hijau-hijau dan sebagainya, sebagai syarat untuk mendapatkan IMB," jelas Emil.

Emil menambahkan, tujuan diterbitkannya Perwali tersebut adalah untuk menyelamatkan lingkungan hidup Kota Bandung ke depan.

"Kita tahu pembangunan bangunan ini berdampak pada penurunan kualitas," akunya.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama dua bulan ke depan, Distarcip Kota Bandung akan membentuk tim khusus untuk menyosialisasikan perwal green building ini ke publik seperti sekolah-sekolah, forum-forum profesional, developer, hingga para CEO.

Perwal tersebut berlaku mulai 1 Januari 2017 mendatang.

Baca juga: Kerugian Banjir Bandung Capai Rp 16 Miliar

Diakui Emil, studi yang dilakukan sebelum menerbitkan Perwali green building yang lebih komprehensif memakan waktu dua tahun dari 2014 lalu.

Penelitian didukung beberapa lembaga seperti International Finance Corporation (IFC) sebagai lembaga keuangan Bank Dunia, Pemerintah Hungaria, Pemerintah Swiss serta profesional-profesional di bidang arsitektur.

"Alhamdulillah Bandung kota pertama di Indonesia yang komprehensif dari (bangunan) kecil ke besar," ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X