Kompas.com - 27/10/2016, 11:37 WIB
Kondisi rumah warga di Kabuoaten Gorontalo yang terendam banjir hingga mencapai atap.  Sebanyak 2904 kepala keluarga atau 9686 jiwa warga menjadi korban Kontributor Gorontalo, Rosyid AzharKondisi rumah warga di Kabuoaten Gorontalo yang terendam banjir hingga mencapai atap. Sebanyak 2904 kepala keluarga atau 9686 jiwa warga menjadi korban
|
EditorErlangga Djumena

GORONTALO, KOMPAS.com –  Sekitar 18 orang warga Kota Gorontalo tidak diketahui nasibnya akibat banjir bandang. Mereka terjebak daerah tambang di perbukitan Bilato, Kabupaten Gorontalo, Kamis (27/10/2016).

Dari 18 orang tersebut, 16 orang di antaranya adalah karyawan Bakso Senayan Lapangan Tembak Gorontalo.

Awalnya rombongan mereka berjumlah 23 orang, mereka melakukan touring dengan menggunakan motor ke Marisa, Kabupaten Pohuwato. Mereka berangkat dari Kota Gorontalo pada Senin malam.

Saat kembali ke Kota Gorontalo, 18 orang lainnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Gorontalo melalui jalur Batudaa Pantai. 5 orang lainnya pulang melalui jalur Trans Sulawesi dan telah tiba di rumah masing-masing.

“Rombongan mereka pisah di jembatan Tangkobu saat air sudah mulai meninggi dan menggenangi jalan, suami saya yang termasuk 18 orang menuju ke Batudaa Pantai melalui Bilato,” kata Titin Tangahu (23), warga Ipilo.

Suami Titin, Saddam Hippy bersama 17 orang lainnya hingga kini tidak diketahui keberadaannya. Terakhir kontak melalui telepon genggam pada Kamis pagi tadi dengan keluhan semua rombongan kelaparan dan kelelahan.

Titin menceritakan, rombongan sulit dihubungi karena daerah yang mereka tidak ada sinyal dan ponsel mereka sudah kehabisan baterai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Suami saya mengatakan rombongan tidak tidur semalaman, posisi mereka di daerah Bilato yang tidak ada perkampungannya, hanya ada 2 rumah tenggelam sampai ke atap yang sudah ditinggalkan penghuninya,” ungkap Titin.

Satu orang rombongan atas nama Lia dalam kondisi sakit perut. Lainnya kelaparan dan lemah.

Dalam rombongan tersebut terdapat 5 orang perempuan dan 13 orang laki-laki. Selain Saddam Hippy, juga ikut saudaranya yang bernama Kholik Hippy. Sisanya adalah karyawan Bakso Senayan Lapangan Tembak Gorontalo.

“Sekarang kami tidak bisa menghubungi lagi, posisi mereka katanya berada di atas gunung daerah tambang Bilato” kata Titin.

Ia berharap pemerintah bisa mengevakuasi dan melakukan pertolongan terhadap rombongan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Bidik Pasar Ekspor dan Industri Halal, Kang Emil Promosikan Produk Unggulan Jabar di Dubai Expo 2021

Regional
Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Gubernur Enembe Berharap Pacific Exposition 2021 Mampu Dongkrak Perekonomian di Timur Indonesia

Regional
Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Enam Pesantren Jabar Akan Pamerkan Produknya di World Expo Dubai

Regional
Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Lewat “Gerai Sehat Nurani”, Warga Sasak Panjang, Bogor Dapat Akses Kesehatan Terjangkau

Regional
Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.