Kompas.com - 25/10/2016, 18:01 WIB
Linda Meiyana, tersangka ibu empat anak pengedar narkoba menutup muka dengan kipas saat digelar kasusnya di Mapolres Madiun, Selasa (25/10/2016) Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiLinda Meiyana, tersangka ibu empat anak pengedar narkoba menutup muka dengan kipas saat digelar kasusnya di Mapolres Madiun, Selasa (25/10/2016)
|
EditorFarid Assifa

MADIUN, KOMPAS.com - Bukannya bertobat dua kali sudah masuk penjara, Linda Meiyana (48), warga Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, kembali menjual narkoba.

Ibu empat anak dan dua cucu ini kembali ditangkap tim Satuan Reserse dan Narkoba Polres Madiun saat berada di halaman rumahnya.

"Dari tangan tersangka polisi menyita sepuluh plastik klip narkotika jenis sabu-sabu dengan total berat 5,67 gram. Satu plastik klip berisi sabu dimasukkan dalam bungkus rokok, dan sisanya ditemukan polisi di kotak besi hitam di kamar tersangka, Kamis (13/10/2016) malam. Tim juga menyita timbangan elektrik dan berbagai peralatan yang biasa digunakan untuk nyabu," kata Kapolres Madiun AKBP Sumaryono kepada wartawan di Mapolres Madiun, Selasa ( 25/10/2016).

Menurut Sumaryono, sebelum ditangkap tim Satresnarkoba, tersangka memiliki riwayat pernah dihukum dua kali dalam kasus narkoba di Kota Madiun.

Hukuman pertama, tersangka Linda dipenjara selama empat bulan. Setelah itu, Linda pernah dihukum dua tahun penjara dalam kasus yang sama.

Sumaryono mengatakan, selain menjual narkoba, tersangka juga pemakai aktif. Bahkan, keuntungan dari hasil jualannya digunakan membeli narkoba untuk dipakai sendiri.

Penangkapan Linda dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi tersangka menjual barang haram itu setelah keluar dari penjara.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap Linda.

Linda dijerat Pasal 114 ayat dua atau Pasal 112 ayat dua Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal mati atau paling singkat enam tahun.

Linda yang dikonfirmasi wartawan mengaku baru sebulan berjualan narkoba setelah pulang dari Hongkong. Hasil jualan narkoba digunakan untuk membeli narkoba lagi dan dipakai sendiri.

Ditanya dari mana ia membeli narkoba itu, Linda mengaku tidak mengenal orangnya. Hanya saja ia membelinya di Surabaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.