Kemarau Basah, Desa Penghasil Durian Sepi

Kompas.com - 20/10/2016, 19:52 WIB
Seorang warga Desa Lemah Abang, Doro, Pekalongan, Jawa Tengah memilih buah durian. Kompas.com/Ari Himawan SaronoSeorang warga Desa Lemah Abang, Doro, Pekalongan, Jawa Tengah memilih buah durian.
|
EditorErlangga Djumena

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Kemarau basah yang dialami pulau Jawa berpengaruh pada produktivitas pohon durian di sentra penghasil buah durian di Kecamatan Doro, Pekalongan, Jawa Tengah.

Salah satu desa penghasil durian yang juga juara 1 kontes durian pada festival durian Doro 2014 yaitu Lemah Abang, Kamis (20/10/2016) tidak terlihat lalu lalang maupun aktivitas jual beli buah berduri itu.

Padahal biasanya, sebut Suci Muhani (35), salah seorang warga, memasui bulan Oktober biasanya setiap pagi sudah ramai oleh para tengkulak untuk mencari durian. Mereka datang dari berbagai daerah seperti Tegal, Pemalang, Batang, hingga Semarang.

Tahun ini, kemarau basah membuat pohon durian tidak berbuah.

"Bunga yang akan menjadi durian gugur karena terkena hujan terus mengguyur jadi ya tidak jadi berbuah, akhirnya desa kami sepi," kata Suci.

Kepala Desa Lemah Abang, Doro, Pekalongan, Karnoto mengatakan, tidak hanya di Kecamatan Doro saja yang tahun ini mengalami penurunan produktivitas durian. Kecamatan lain seperti Karangayar, Talun, dan Kandang Serang juga mengalami hal serupa karena dampak dari kemarau basah.

"Kami ada 205 hektar ladang durian, biasanya kalau musim durian ya ribuan buah kami hasilkan setiap harinya, kalau sekarang benar-benar jarang pohon yang berbuah," ucapnya.

Karnoto menyebutkan, dengan sedikitnya durian,  dirinya pesimis tahun ini bisa mengikuti Festival Durian Doro yang digelar setiap tahun. Padahal, festival durian merupakan ajang mempromosikan buah durian ke masyarkat luas.

"Durian pekalongan memang terkenal manis, ada yang manis pahit dengan daging yang tebal. Harganya pun terjangkau dari Rp. 25.000-Rp.35.000 tergantung jenis dan ukuran," katanya.

Hal senada diungkapkan tengkulak durian dari Cirebon, Parno (46) yang mengeluh sulitnya mendapatkan durian asli Doro yang terkenal enak dan manisnya. Bahkan sedari pagi hingga siang yang biasanya ia mendapat 500 buah, Parno baru mendapat 30 buah durian saja.

"Padahal jauh-jauh dari Cirebon tapi memang sulit mendapatkan durian, kalaupun ada petani minta harga yang mahal," ucap dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terduga Teroris yang Ditangkap di Mempawah Dapat Informasi ISIS dari Media Sosial

Terduga Teroris yang Ditangkap di Mempawah Dapat Informasi ISIS dari Media Sosial

Regional
Jenazah Pria Tergeletak di Bawah Jembatan Kurung Ogan Ilir

Jenazah Pria Tergeletak di Bawah Jembatan Kurung Ogan Ilir

Regional
Gubernur Sumbar Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Ini Penjelasan Kepala Dinas

Gubernur Sumbar Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Ini Penjelasan Kepala Dinas

Regional
Beralasan Cek Keperawanan, Ayah Perkosa Anak hingga Hamil

Beralasan Cek Keperawanan, Ayah Perkosa Anak hingga Hamil

Regional
Kembali Masuk Kerja, Ini Langkah ASN Pemprov Jateng Sambut “New Normal”

Kembali Masuk Kerja, Ini Langkah ASN Pemprov Jateng Sambut “New Normal”

Regional
Dua Petani di Poso Tewas, Diduga Korban Salah Tembak

Dua Petani di Poso Tewas, Diduga Korban Salah Tembak

Regional
Terapkan Protokol Covid-19, Sulut Siap Gelar Pilkada Serentak 2020

Terapkan Protokol Covid-19, Sulut Siap Gelar Pilkada Serentak 2020

Regional
Ini Kronologi Lengkap 'Cool Box' Sampel 'Swab' PDP Covid-19 Dibawa Kabur Warga di Makassar

Ini Kronologi Lengkap "Cool Box" Sampel "Swab" PDP Covid-19 Dibawa Kabur Warga di Makassar

Regional
Pemuda ini Ditangkap karena Setubuhi 8 Gadis ABG, Polisi: Tersangka Orang Terkenal di Kampung

Pemuda ini Ditangkap karena Setubuhi 8 Gadis ABG, Polisi: Tersangka Orang Terkenal di Kampung

Regional
Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya Naik Signifikan, Ini Rinciannya

Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Surabaya Naik Signifikan, Ini Rinciannya

Regional
Kunjungi Desa Hoyane dengan Naik Ojek, Bupati Luwu Utara Patahkan Mitos Setempat

Kunjungi Desa Hoyane dengan Naik Ojek, Bupati Luwu Utara Patahkan Mitos Setempat

Regional
Warga Riau Merasa Tagihan Listrik Melonjak, Ini Penjelasan PLN

Warga Riau Merasa Tagihan Listrik Melonjak, Ini Penjelasan PLN

Regional
Sembuh dari Covid-19, 10 Calon Perwira Polri di NTT Dipulangkan Secara Bertahap

Sembuh dari Covid-19, 10 Calon Perwira Polri di NTT Dipulangkan Secara Bertahap

Regional
Emosi Dituduh Tak Memberi Nafkah, Suami Aniaya Istri hingga Babak Belur

Emosi Dituduh Tak Memberi Nafkah, Suami Aniaya Istri hingga Babak Belur

Regional
Persiapan New Normal, Polres Salatiga Siapkan Kampung Siaga Covid-19

Persiapan New Normal, Polres Salatiga Siapkan Kampung Siaga Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X