Kompas.com - 20/10/2016, 12:01 WIB
Walikota Madiun, Bambang Irianto bersalaman dengan para ketua RT dan RW dalam Rapat Koordinasi Penguatan Lembaga Kemasyarakatan se kecamatan Taman, Kota Madiun, Kamis (20/10/2016) pagi. Kontributor Madiun, Muhlis Al AlawiWalikota Madiun, Bambang Irianto bersalaman dengan para ketua RT dan RW dalam Rapat Koordinasi Penguatan Lembaga Kemasyarakatan se kecamatan Taman, Kota Madiun, Kamis (20/10/2016) pagi.
|
EditorFarid Assifa

MADIUN, KOMPAS.com - Wali Kota Madiun Bambang Irianto meminta doa agar dirinya dan keluarganya diberikan kekuatan setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012 senilai Rp 76,5 miliar.

Bambang juga meminta maaf dan pamit kepada warga jika kejadian jelek setelah diperiksa KPK.

Bambang mengaku setelah dirinya jadi tersangka KPK, pihak keluarga shock.

"Kasihan anak saya, istri saya dan cucu saya shock semuanya. Tetapi itu risiko yang harus saya terima. Apalagi umur saya sudah 66 tahun. Terima kasih semua untuk kerja samanya," kata Bambang saat memberikan arahan pada rapat koordinasi penguatan lembaga kemasyarakatan se-Kecamatan Taman, Kota Madiun, Kamis (20/10/2016) pagi.

Baca juga: KPK Tetapkan Wali Kota Madiun sebagai Tersangka

Di depan ratusan ketua RT dan RW, Bambang berharap nanti bisa berkumpul kembali setelah diperiksa KPK. Ia pun meminta maaf atas kesalahan selama bertugas sebagai wali kota Madiun.

"Saya berharap kita masih kumpul lagi. Namun kalau nanti kejadian terjelek, saya mohon maaf atas semua kesalahan. Saya yakin Pak Sugeng (wakil wali kota, red) bisa melanjutkan. Dan, doakan mudah-mudahan tidak ada apa-apa," kata Bambang.

Baginya, penetapan dirinya sebagai tersangka sudah menjadi risiko sebegai seorang imam, wali kota dan orang partai. Kendati demikian, persoalan itu akan dihadapinya sebagai seorang laki-laki.

"Jadi apapun yang terjadi itu risiko saya sebagai seorang imam, wali kota dan orang partai juga. Persoalan ini akan saya hadapi sebagai seorang laki-laki. Sekali lagi saya mohon doanya saja untuk tabah, kuat menghadapi masalah ini," ujar Bambang yang langsung disambut peserta dengan seruan kata amin dari peserta yang datang.

Tak hanya memohon maaf, Bambang juga menyinggung keberhasilannya selama menjabat sebagai wali kota Madiun sejak tahun 2009.

"Kota ini yang dulu setiap tahun ada brebes suro sekarang sudah tidak ada lagi. Setelah saya jadi wali kota dan saya ajak omong semua menjadi aman dan selamat," ucap Bambang.

Ditanya tentang status pencekalan ia dan anaknya, Bambang yang dikonfirmasi usai mengikuti acara enggan berkomentar.

"No comment, no comment, no comment," kata Bambang sambil menuju mobil dinasnya, Toyota Camri bernomor polisi AE 1 A.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi, Wali Kota Madiun Dicekal ke Luar Negeri

Meski kegiatan di tingkat kecamatan, acara ini dihadiri banyak pejabat teras Pemkot Madiun, mulai dari Wakil Wali Kota Sugeng Rusmiyanto, Sekretaris Daerah Maidi dan belasan kepala dinas.

Kompas TV KPK: Wali Kota Madiun Jadi Tersangka Korupsi

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X